SuaraBanyuurip.com – Ririn W
Bojonegoro – Selain di Kabupaten Tuban, Mobil Cepu Limited (MCL) operator migas Blok Cepu bekerjasama dengan Dompet Dhuafa juga memberikan pelatihan las listrik, elektro, bubut dan kewirausahaan kepada pemuda di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur. Pelatihan ini sebagai upaya MCL memberikan bekal kepada pemuda agar memiliki daya saing dalam bursa kerja menyongsong industrialisasi migas.
Di Kabupaten Bojonegoro, ada 105 pemuda yang sudah memperoleh pelatihan tersebut. Mereka tersebar di lima kecamatan di 53 desa yang menjadi jalur pipa minyak Banyuurip, Blok Cepu. Lima kecamatan itu adalah Kecamatan Ngasem, Kalitidu, Dander, Bojonegoro, Kapas.
General Manager Dompet Dhuafa, Veldi Ferdiansah mengatakan, dalam pelaksanaanya dari 105 pemuda yang mengikuti pelatihan itu sebanyak 101 orang yang memperoleh sertipikat. Sedangkan empat orang mengundurkan diri.
“Kita harapkan dengan pelatihan ini dapat meningkatkan kemampuan pemuda dalam persaingan kerja dan menumnumbuhkan kemandirian. Karena dalam pelatihan ini mereka juga kita berikan tentang kewirausaahan,†kata  Veldi dalam penutupan program vocational training di Aula Koperasi Pegawai Negeri (Kopen) Jalan Basuki Rahmat, Bojonegoro, Kamis (1/11/2012).
Sementara itu, Deputy Development Manager MCL, Elviera Putri menegaskan, pemebrian pelatihan tersebut merupakan salah satu pilar dari tiga pilar yang dilaksanakan MCL untuk mengembangkan masyarakat di wilayah kerjanya. Yakni bidang kesehatan, pendidikan dan ekonomi.
“Pelatihan yang kita berikan ini merupakan salah satu kegiatan pilar pendidikan. Sebab, kami yakin melalui pendidikan masyarakat akan membawa perubahan kemajuan suatu daerah,†sambung Elviera.
Pada bagian lain, Kepala Dinas Tenaga Kerja Transmigrasi dan Sosial (Disnakertransos) Bojonegoro, Iskandar meminta, agar peserta yang sudah memperoleh pelatihan ini segera malaporkan identitasnya agar masuk dalam bursa tenaga kerja Disnakertransos untuk kemudian dibuatkan kartu kuning (AK1).
“Kami mengucapkan terimakasih kepada MCL dan Dompet Dhuafa yang sudah memberikan pelatihan ini. Namun kami harapkan baik MCL maupun Dompet Dhuafa tidak hanya melahirkan mereka (peserta) tapi juga turut membesarkan,†harap Iskandar.
Salah satu peserta Vocational Training Program,Ali mengatakan dengan adanya pelatihan ini sangat membantu peserta. Sebab, peserta yang sebelumnya tidak mengenal sama sekali tentang ilmu las listrik, elekto, bubut maupun kewirausahaan, sekarang menjadi tahu.
“Namun kami harapkan kepada MCL maupun Disnakertransos untuk mengabari dan memprioritaskan kami bila ada lowongan pekerjaan sesuai keterampilan yang kami miliki,†pungkasnya.
Untuk diketahui, pelatihan yang dimulai April hingga September 2012 itu dibagi dua gelombang. Rinciannya, untuk peserta las listrik sebanyak 47 orang, elektro 35 dan 43 orang untuk peserta mesin bubut. Pelatihan tersebut dilaksanakan SMK Negeri 2 dan SMK Negeri 3 Bojonegoro.(rin/suko)