SuaraBanyuurip.com – Edy Purnomo
Tuban – Ratusan pemuda dari Aliansi Karang Taruna Ring 1 Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Tanjung Awar-awar Kecamatan Jenu, Tuban, Jawa Timur menghadang hadang sekitar 1.500 pekerja yang akan masuk kerja di PLTU setempat, Jumat (2/10/2012).
Para kaum muda tersebut, diantaranya, berasal dari karang Taruna Desa Mentoso, Desa Wadung, Desa Kaliuntu, Desa Beji, dan Desa Rawasan Kecamatan Jenu, Tuban, Jawa Timur. Aksi ini merupakan rangkaian sejumlah aksi yang sebelumnya dilakukan warga setempat.
Mereka menuntut dua pejabat PLTU Tuban, Â Warsidi, dan Indra, segera dikeluarkan dari perusahaan. Demo dipicu akibat sikap dua pejabat tersebut yang dianggap sewenang-wenang, dan sering membuat masyarakat sekitar perusahaan sakit hati.
“Dua pejabat PLTU ini yang menjadi biang kerok dari semua masalah yang ada,” ujar Ardi, koordinator aksi, saat ditemui di lokasi aksi.
Selain itu, unjuk rasa dipicu akibat pembuangan limbah sampah yang tidak merata. Yakni; hanya ditempatkan pada salah satu dusun di wilayah Desa Wadung, Kecamatan Jenu saja. Sehingga sampah tersebut tidak bisa terurai dengan baik. Selain itu, apabila limbah itu diratakan di desa ring 1 lainnya, maka masyarakat juga bisa mengambil manfaat dengan memulungnya.
Massa juga menuntut agar pekerja lokal diprioritaskan dari desa ring 1 PT PLTU. Karena menurut mereka, dari sekian banyak pekerja perusahaan. Hanya satu orang saja yang bisa bekerja disana.
“Warga ring 1 PLTU, banyak yang layak menjadi pekerja apabila dipercaya, masa tukang sapu saja ambil dari luar,” tambah Ardi.
Sementara itu, Engginer PLTU Tuban, Danang, yang menemui massa aksi harus balik kucing, karena massa tetap ngotot dua pejabat PLTU harus dikeluarkan dari PLTU sekarang.
“Kita akan bicarakan ini secara internal,” jawab Danang, singkat sembari bergegas memasuki kawasan pabrik untuk melakukan koordinasi. (edp)