SuaraBanyuurip.com – Ririn W
Bojonegoro – Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam) Kota Bojonegoro, Jawa Timur, menertibkan atribut berlogo muhammadiyah yang mendukungan pasangan Moch. Choiri – Untung Basuki (Choirun) dalam kampanye terbuka di Alun-alun Kota Bojonegoro, Minggu (4/11/2012). Atribut itu diangagp dapat memicu konflik karena majunya Choirun dalam pemilihan umum kepala daerah (Pemilukada) Bojonegoro tidak didukung Muhammdiyah, melainkan nahdliyin.
Atribut dukungan yang ditertibkan Panwascam Kota Bojonegoro adalah spanduk berlogo Muhammadiyah yang menyatakan dukungan terhadap pasangan nomor urut tiga, Choirun. Padahal dalam pemilukada ini Coirun diusung oleh PKNU, PPP, PKB, PKS, Hanura, PNBKI, PDI P dan PKPI.
“Itu bisa memicu adanya konflik,” kata Ketua Panwascam, Herry Purwanto, Minggu (04/11/2012).
Spanduk dukungan pasangan calon yang membawa nama organisasi agama ini, kata Herry, dilarang. Sehingga jika dibiarkan maka akan memicu konflik dan perlu ditertibkan. Agar kampanye bisa berjalan dengan aman, damai dan tidak terjadi masalah.
“Semua akan kita sikapi dengan netral, adil dan akan kita ingatkan dulu kepada setiap tim sukses pasangan,” katanya.
Sementara terpisah, Ketua Tim Kampanye pasangan Choirun, Zaenudin mengatakan, pemasangan spanduk yang membawa logo organisasi agama dari Muhammadiyah itu merupakan tindakan oknum yang akan memecah pasangan yang diusung delapan partai politik ini.
“Itu pasti ulah oknum yang akan memecah Choirun,” tegasnya.
Zaenudin menambahkan, kampanye Choirun ini ditargetkan diikuti sekira 10 ribu massa dari 28 kecamatan yang ada di Kabupaten Bojonegoro.
â€Ini sudah menjadi bukti jika kita akan memenangkan Pilkada Bojonegoro. dukungan komulatif yang masuk sudah mencapai 40 persen dan target kita satu putaran,†tegasnya.
Untuk diketahui, sebelumnya tim sukses Choirun juga sempat melaporkan pasangan To-To ke Panwas karena menemukan spanduk bertuliskan Nahdlatul Ulama (NU) mendukung To-To.(rin/suko)