SuaraBanyuurip.com – Edy Purnomo
Tuban – Aksi protes warga Desa Tasikharjo, dan Desa Remen, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban, Jawa Timur kepada Terminal Transit Utama (TTU) Pertamina Tuban terus berlanjut. Kali ini mereka memasang tenda tepat di pintu masuk TTU dengan ancaman akan menggelar aksi selama empat hari apabila tuntutannya tidak dipenuhi, Selasa (6/11/2012).
“Kami jengkel, karena merasa dipermainkan oleh Pertamina dan pemerintah,” ujar Solikin, salah satu pemuda dalam orasinya.
Dalam aksi kali ini, banyak pemuda yang mulai terlibat dalam protes. Sebelumnya, peserta aksi lebih banyak didominasi oleh perempuan dan orangtua.
“Jangan hanya undang-undang yang dibuat dalih, tapi tolong juga gunakan hati, karena undang-undang sudah tidak berpihak kepada kami,” teriak salah satu warga Desa Tasikhajo, Kartono.
Selain itu, warga juga menyebutkan ketidakpercayaan mereka kepada beberapa lembaga yang berwenang dalam membantu menangani masalah mereka. Seperti Pemkab Tuban, dan anggota DPRD Tuban.
“Kami sudah tidak percaya dengan itu semua,” tambahnya.
Diketahui, pagi ini warga kembali mendatangi TTU Pertamina Tuban yang berada di desa mereka. Seperti aksi sebelumnya, mereka menuntut agar perusahaan memberikan kesejahteraan kepada warga sekitar sebagai kompensasi dampak bau busuk yang mereka rasakan selama ini.
Selain itu, warga juga menuntut agar diberikan pelayanan kesehatan gratis selama sebulan sekali. Termasuk juga menuntut diberikan beberapa tunjangan pokok seperti beras dan gula. (edp)