SuaraBanyuurip.com – Ainur Rofik
Bojonegoro – Sebanyak 236 koper jamaah haji asal Bojonegoro, Jawa Timur, yang tertahan di Bandara King Abdul Aziz, Jeddah, Saudi Arabia, tiba di Bojonegoro, Selasa (6/11/12).
Menurut Kepala Seksi Penyelenggara (Kasi Gara) Haji Departemen Agama (Depag) Bojonegoro, Wakhid Priyono mengatakan penahanan tas jama’ah haji oleh petugas Bandara Jeddah disebabkan jam’ah membawa air zam-zam melebihi batas maksimum yang diizinkan yakni 10 liter.
“Namun sebagian jamaah tidak mengindahkan aturan tersebut,†ungkap Wahid kepada suarabanyuurip ketika ditemui dikantornya.
Dijelaskan, ratusan koper jamaah haji itu diambil langsung dari bandara King Abdul Aziz dan kemudian diangkut mengunakan pesawat dan dibawa ke asrama Haji Sukolilo Surabaya. Setelah itu koper dibawa ke Bojonegoro mengunakan 2 truck.
“Sampai sini (Bojonegoro) sekira pukul 01.00 wib,†sergahnya.
Wahid mengungkapkan, ratusan koper milik jamaah haji itu dalam keadaan terbuka karena saat di Bandara King Abdul Aziz, Jeddah, diperiksa untuk diambil air zam-zamnya. Meski demikian, Wahid menegaskan, jika barang milik jamaah haji dijamin aman.
Seperti diberitakan sebelumnya, ratusan jam’ah haji Bojonegoro yang pulang pada 1 November lalu sebagian tidak membawa koper karena ditahan petugas bandara. Dari sekira 444 koper milik jama’ah haji di Jawa Timur yang ditahan di Jeddah, koper milik jamaah haji Bojonegoro yang paling banyak. (rof/suko)