SuaraBanyuurip.com – Samian Sasongko
Bojonegoro – Mobil Dump truk (DT) pengangkut tanah urug terguling di jalan raya Bojonegoro-Padangan, tepatnya sekira 100 meter sebelah barat kantor Mobil Cepu Limited (MCL), Operator , migas Blok Cepu, di Desa Talok, Kecamatan Kalitidu, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, Rabu (07/11/2012) sekira pukul 13.30 WIB. Diduga kecelakaan itu terjadi karena baut roda DT bagian belakang lepas.
Pantauan dilakosi menyebut, Â DT bernomor polisi (Nopol) B 9342 YO bermuatan tanah urug itu melaju dari arah timur. Namun, sesampainya di tempat kejadian perkara (TKP), tiba-tiba roda bagian kiri belakang truk lepas karena bautnya lepas. Akibatnya truk bermuatan tanah urug itu tidak dapat menjaga keseimbangan dan akhirnya terguling dibagian selatang jalan. Untung tak ada korban jiwa dalam insiden tersebut. Â Â
Kejadian itu mengundang perhatian Kepala Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Sosial (Disnakertransos), Bojonegoro Iskandar. Dia mengaku mendapat informasi kecelakaan tersebut dari masyarakat dan kemudian mendatangi lokasi kecelakaan.
Namun, sesampainya dilokasi kecelakaan, Iskandar tak menemukan sopir DT maupun keneknya. mereka diduga kabur setelah merobek striker yang menjadi tanda kendaraan EPC proyek Blok Cepu yang menempel di kaca depan DT. Selain itu tidak ada petugas kepolisian yang mengatur lalu lintas di sekitar lokasi kecelakaan. Sehingga belum diketahui identitas sopir maupun kendaran.
“Saya indikasikan bahwa DT tersebut adalah salah satu pengangkut tanah urug proyek EPC. Tapi tidak tahu EPC berapa. Sebagai bukti, striker di DT langsung dilepas dan ada penambahan papan di bak DT,” kata Iskandar sambil mengecek DT dilokasi kecelakaan, Rabu, (07/11/2012).
Dijelaskan, untuk memastikan DT tersebut pihaknya akan melakukan koordinasi dengan Dinas Perhubungan (Dishub) dan Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Bojonegoro.
“Kita masih menyelidiki kejadian ini. Kalau memang benar truk itu milik kontraktor EPC Blok Cepu jelas kita akan tindak tegas,” tegasnya.
Akibat kecalakaan tersebut, lalu lintas didekat Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Ndangkep, Desa Talok, Kecamatan Kalitidu, Bojonegoro, sempat terhambat. Sebab, selain jalur besar, banyak kendaraan proyek Blok Cepu yang tengah mengangkut tanah urug.
Hingga berita ini ditulis belum ada evakuasi DT yang terguling itu. Namun, seorang kenek truk sudah menurunkan tanah urug dalam truk secara manual dengan dijaga seorang polisi. (sam/suko)