SuaraBanyuurip.com – Edy Purnomo
Tuban – Diduga menganiaya siswa seorang guru Sekolah Dasar (SD) di Tuban, Jawa Timur, Marta, dilaporkan wali murid ke polisi. Orangtua murid ini tidak terima melihat anaknya pulang sekolah dengan keadaan tangannya terkilir, Jumat (9/11/2012).
Kepada Suara Banyuurip, Kishandoyo (44), ayah Muhammad Felix Astana (12), korban yang diduga dianiaya gurunya, mengaku melihat anaknya pulang sekolah dalam keadaan tangan kanan terkilir. Saat ditanya sang anak yang bersekolah di salah satu SD di Kecamatan Kota itu mengatakan, tangannya sakit akibat perlakuan salah satu guru di sekolahnya.
“Anak saya pulang dengan keadaan tangan kanan terkilir, saat saya tanya itu akibat ulah salah satu gurunya,” ujar Kishandoyo.
Untuk memastikan kondisi anaknya, Kishandoyo kemudian mendatangi salah satu dokter kenalannya. Dari hasil keterangan dokter diketahui lengan kanan anaknya terkilir parah dan disarankan untuk melakukan visum di rumah sakit.
“Saya tidak terima makanya saya laporkan kejadian ini ke polisi,” tambahnya.
Meski pihak sekolah telah meminta maaf, tapi Kishandoyo tetap bersikukuh tindakan guru tersebut tidak bisa dibenarkan. Apalagi alasan yang diberikan guru tersebut tidak masuk akal. Guru itu beralasan bukan melakukan penganiayaan, namun hanya memijit.
“Masak dipijit akibatnya sampai segitu parahnya?” ungkap Kishandoyo.
Saat dikonfirmasi ketika pihak sekolah bertandang ke rumah korban Jum’at sore tadi enggan berkomentar. “Akan kami selesaikan secara kekeluargaan, Mas,” ujar seorang wanita yang diketahui Kepala SD tersebut.
Untuk diketahui, kasus dugaan penganiayaan ini telah ditangani penyidik Polres Tuban. (edp/suko)