Angin Topan Porak-porandakan SMKN Widang

SMKN Widang

SuaraBanyuurip.com Totok Martono

Tuban – Hujan deras disertai angin kencang yang terjadi pada, Minggu (11/11/2012) malam, meluluhlantakkan gedung SMKN Widang, Kabupaten Tuban, Jatim. Atap sekolah di sejumlah lokal gedung diterbangkan angin, bahkan diantaranya tinggal menyisakan separo.

Gedung yang luluhlantak akibat amuk badai sejak petang hari kemarin itu adalah, bengkel tempat praktek otomotif dan mesin, ruang kepala sekolah, tata usaha (TU), dan ruang guru. Di bengkel otomotif dan mesin, terlihat atap bangunan dari asbes hanya tinggal separo.  

Paling parah terjadi di ruang kepala sekolah dan TU, atap bangunan tidak tersisa sama sekali. Kepala SMKN Widang, Takari Widodo, terpaksa ngantor  di ruang guru. Meski juga tersapu badai kerusakan ruang guru tidak terlalu parah sehingga masih bisa ditempati. Sedang TU sementara harus pindah tempat di bengkel otomatif.

Petugas Keamanan (Satpam) SMKN Widang, Bahrudin (32), saat kejadian berada di tempat. Security sekolah ini mengatakan, saat hari kejadian sejak jam 14.00 WIB hujan disertai angin topan turun begitu deras. Dia berlindung di kantin sekolah, karena di SMKN ini belum ada kantor security.

Baca Juga :   Musim Hujan Datang, Petani Sekitar Migas Blok Cepu Meladang

“Hujan begitu luar biasa deras. Angin topan mederu-menderu dari arah barat dan timur,” kata Bahrudin saat ditemui, Senin (12/11/2012).

Saat itulah tiba-tiba terdengar suara gemuruh yang cukup keras, disertai tanda-tanda ambruknya bangunan. Saat dia tengok dari kantin, terlihat atap gedung berterbangan ke jalan raya.

“Saya kira bangunan sekolah ambruk, saya hanya pasrah,“ terang Bahrudin

Setelah hujan dan badai berhenti, Bahrudin segera menelepon Kepala SMKN Widang. Mendapat kabar sekolahnya diamuk badai, Takari Widodo bersama sejumlah guru mendatangi SMKN Widang. Selanjutnya peristiwa itu, dilaporkan ke Kantor Dinas Pendidikan dan Olah Raga Tuban.

Saat ini pihak sekolah masih menginventarisir nilai kerugian akibat amukan angin topan tersebut.  Dia mengharapkan Pemkab bisa membantu perbaikan atap gedung yang rusak.

Tercatat  amukan angin topan yang menerjang SMKN Tuban sudah dua kali ini terjadi. Lokasi sekolah yang berada di tengah persawahan, bisa jadi merupakan biang utama mudahnya bangunan sekolah ini diterjang badai.

Amukan angin puting beliung yang pertama terjadi dua tahun lalu (2010). Kala itu atap bangunan porakporanda. Dinding penyekat gedung juga roboh. Sayangnya, tidak ada perhatian serius dari dinas terkait. Menurut beberapa guru senior di SMKN Widang, kala itu Kepala Dinas Pendidikan dan Olah Raga  Tuban, Sutrisno, sempat  berkunjung ke lokasi bencana, namun tidak ada bantuan rehabilisasi yang turun. (tok/tbu)

Baca Juga :   Angin Kencang Robohkan Pepohonan di Seputaran Kota Bojonegoro

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *