SuaraBanyuurip.com – Totok Martono
Tuban– Dinas Pendidikan dan Olah Raga (Dispora) Pemkab Tuban terkesan tutup mata  terkait porak-porandanya gedung SMKN Widang akibat amuk badai angin topan, Minggu (11/11/2012) malam lalu. Kini pihak sekolah setempat harus memperbaiki sendiri sejumlah lokal yang rusak berat akibat bencana alam tersebut.
“Ini tentu sangat disesalkan. Dimana perhatian Kepala Dispora kepada lembaga pendidikan yang menjadi tanggung jawabnya? “ ujar seorang guru SMKN Widang yang keberatan disebut jatidirinya, kepada SuaraBanyuurip.com, Rabu (14/11/2012).
Menurut sejumlah guru di sana, seharusnya ada dana bantuan untuk membantu perbaikan gedung yang rusak, namun tidak serupiahpun yang terkucur dari Dispora Tuban. Â Dengan mengambil dana komite praktis akan mengganggu dana untuk operasional sekolah. Padahal SMKN Widang adalah sekolah kecil yang seharusnya mendapat perhatian ekstra dari Pemkab Tuban.
Pihak sekolah terpaksa melakukan perbaikan sendiri, sebab jika menunggu kepedulian Dispora yang tidak jelas dikhawatirkan akan mengganggu proses belajar mengajar siswa. Apalagi sebagai sekolah kejuruan yang mengutamakan skill, materi praktek lebih diutamakan. Jika gedung bengkel otomotif dan mesin tidak segera diperbaiki siswa terancam tidak bisa belajar praktek.
Kepala SMKN Widang, Takari Widodo, belum bisa dikonfirmasi karena tidak ada di sekolah. Sedangkan dari Waka Saspras, Yoyok Kurniawan, diperoleh keterangan, dana rehab atap beberapa gedung menghabiskan dana sekitar Rp6 juta lebih.
“Untuk asbesnya 45 biji dengan harga Rp97.500 sudah sekitar Rp4,5 juta. Ini belum ongkos tukang dan lain-lainnya, “ ujar Yoyok yang masih berstatus Guru Tidak Tetap (GTT) ini.
Dikonfirmasi secara terpisah, Kepala UPTD Dikspora Kecamatan Widang, Mukadi, tidak berada di kantor. Saat dihubungi via SMS tentang tidak adanya kepedulian pihak Dispora Tuban, mantan guru SMPN 2 Widang itu menjawab, “Maaf kalau tidak ada laporan dari SMKN Widang ke kantor UPTD, saya ya gak tahu,†katanya.
Pantauan di SMKN Widang menyebut, atap beberapa gedung yang bolong melompong, diantaranya adalah gedung bengkel otomotif dan mesin, ruang kasek, ruang Tata Usaha (TU) dan ruang guru, telah dipasang esbes baru.Â
Setelah Proses perbaikan berlangsung selama dua hari kini kondisi bangunan di Desa Mrutuk, Kecamatan Widang tersebut sudah seperti sedia kala. Kepala Sekolah dan TU sudah bisa kembali menempati ruangannya setelah sebelumnya sempat mengungsi  diruang lain. Para siswa juga dapat kembali menggunakan bengkel untuk pelajaran praktik.
Pihak sekolah terpaksa berinovasif melakukan perbaikan sendiri dengan dana yang diambilkan dari uang komite, setelah menunggu tidak ada respon positif dari Dispora Tuban. Jangankan membantu dana pembangunan, pasca kejadian amuk badai tidak ada satupun pejabat yang turun meninjau lokasi kejadian. (tok/tbu)