SuaraBanyuurip.com – Edy Purnomo
Tuban – Kerumunan peziarah yang memadati kompleks makam Sunan Bonang dan seputaran Alun-alun kota Tuban, Jawa Timur, Kamis (15/11/2012) malam hari ini berpotensi tindak kriminalitas. Kerumunan itu kerap digunakan kesempatan bagi pencopet untuk menguras barang peziarah.
Pantauan dilapangan, jumlah massa yang diperkirakan sudah mencapai 50 ribu peziarah memadati tak hanya kompleks makam dan Alun-alun. Â Melainkan juga sudah mulai memenuhi sejumlah jalan kota yang menjadi akses masuk ke makam yang terletak tepat dipusat kota.
“Jumlah diperkirakan akan bertambah lagi, karena peziarah yang datang dari Tuban belum datang kesini,” ujar salah satu Panitia yang ditemui dilapangan.
Kondisi peziarah yang membludak ini, sering dimanfaatkan beberapa orang yang tak bertanggung jawab untuk melakukan aksi copet. Karena dalam keadaan ramai dan kelelahan, peziarah kerap kali lalai dalam menjaga barang bawaannya.
“Kami himbau kepada peziarah, agar selalu waspada dan menjaga barang berharganya saat sudah berada dikerumunan,” ujar Rohman salah satu petugas pos jaga Polres Tuban melalui pengeras suara.
Dikonfirmasi, Kapolres Tuban AKBP Awang Joko Rumitro mengaku telah menyebar sejumlah petugas tanpa seragam di titik-titik tempat berkumpulnya massa. Hal itu dilakukan untuk membantu menjaga keamanan barang berharga peziarah dari gangguan copet.
“Kita sudah pasang petugas tanpa seragam disejumlah titik, selain himbauan dari pos pelayanan ini,” pungkasnya saat ditemui Pos pantai Boom Tuban.
Diketahui, jumlah peziarah makam Sunan Bonang diperkirakan akan mencapai puncaknya pada pukul 8 malam ini. Selain itu, kondisi Jalur Pantura di Tuban juga terlihat padat merayap sejauh 8 Kilo meter dikawasan Jalan Panglima Sudirman dan Jalan Re Martadinata. (edp/suko)