Sosialisasikan Proyek Banyuurip Melalui Wayang Kulit

SuaraBanyuurip.comEdy Purnomo

Tuban – Mobil Cepu Limited (MCL), operator minyak Blok Cepu turut memeriahkan Hari Jadi Kabupaten Tuban ke 719 dengan menyuguhkan pagelaran wayang kulit semalam suntuk yang menghadirkan dalang Ki Anom Suroto dan anaknya, Bayu Pamungkas, Jum’at (16/11/2012) malam. Hiburan kesenian tradisional yang dipusatkan di Alun-alun kota setempat itu sebagai upaya pendekatan dan sekaligus mensosialisasikan proyek Banyuurip kepada masyarakat Tuban.

“Tuban merupakan kota penting dalam pengembangan operasi minyak blok cepu,” ujar MCL Deputy Project Manager rekayasa pengadaan dan konstruksi (engineering procurement and construction/EPC) 3 dan 4, Rolet Sinaga saat memberikan sambutan mewakili MCL.

Dia menjelaskan, Kabupaten Tuban merupakan kota yang nantinya akan banyak bersinggungan dengan proyek pengembangan penuh lapangan Minyak Banyuurip yang dilaksanakan MCL. Yaitu proyek pipanisasi darat 20 inci yang membujur dari Desa Mojodelik, Kabupaten Bojonegoro hingga sampai bibir pantai Kecamatan Palang, Tuban, Jawa Timur. Juga, pipanisasi dibawah laut dan floating storage offloading (FSO) serta menara tambat dan tanker penampungan minyak mentah sebelum dikapalkan.

Baca Juga :   Sarankan Limbah Pemboran JTB Tak Mengotori Sungai Bandungrejo

“Untuk itu kami punya kedekatan yang mendalam dengan Tuban, disamping keharusan bermitra dengan masyarakat sekitar daerah operasi kami,” tambah Rolet.

Untuk itu, Rolet mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tuban karena telah diberi kesempatan untuk turut berpartisipasi mendukung salah satu rangkaian acara hari Jadi Tuban ke 719 malam ini dengan menggelar pagelaran wayang kulit.

Dalam kesempatan yang sama, wakil Bupati Tuban Noor Nahar Hussein mengucapkan terima kasih atas inisiatif yang diberikan industri untuk memeriahkan rangkaian Hari Jadi Tuban dengan nanggap pagelaran wayang kulit yang mengambil lakon Banjaran Bratasena (lahirnya werkudara).

“Mari kita bersama-sama mengambil teladan dari cerita ini. Dimana Bratasena adalah sosok yang menjunjung dan memegang teguh kejujuran,” sambung Noor Nahar Hussein.

Hadir dalam pertunjukan wayang kulit Sekretaris Daerah Tuban, anggota DPRD, tokoh masyarakat dan ribuan masyarakat. (epd/suko)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *