Proyek Jalan Desa Mediyunan Dikeluhkan Warga

jalan mediyunan

SuaraBanyuurip.comSamian Sasongko

Bojonegoro – Proyek pembangunan jalan poros desa di Desa Mediyunan, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur dikeluhkan warga setempat. Proyek jalan sepanjang 700 x 3,44 meter yang dikerjakan sejak awal Juni 2012 lalu hingga kini belum rampung.

Kepala Desa (Kades) Mediyunan, Haryadi, menyatakan, pembangunan jalan poros desa dalam bentuk pavingisasi itu mulai dikerjakan CV Asri Tehnika sejak 4 juni 2012 lalu. Sesuai target awal bulan Oktober 2012 lalu pembangunan harus sudah selesai.

“Saya sering dikomplin warga saya terkait hal itu, Mas. Karena, dianggap jalan paving itu desa yang mengerjakannya padahal CV,” kata Haryadi ketika ditemui di rumahnya.

Dia menjelaskan, jalan yang dibangun CV itu sampai saat ini belum selesai pengerjaannya.  Proyek ini didanai dari program pagu indikatif tahun 2012. Lain dari itu pihak CV dalam mengerjakan pembangunan jalan tidak ada komunikasi dengan Pemdes Mediyunan. Baik teknis pengerjaan maupun tenaga kerjanya.

“Waktu itu CV cuman menyerahkan SPK saja setelah itu tidak ada komunikasi lagi. Bahkan, tenaga kerjanya semua diambilkan dari luar desa Mediyunan. Sehingga, dengan belum selesainya pembangunan membuat warga menjadi kesal kepada CV tersebut,” terangnya.

Baca Juga :   Mengantar Umroh Kerabatnya 7 Orang Tewas Kecelakaan 

Terpisah, Kasi Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Kantor Camat Ngasem, Budi Sukisna, membenarkan jika pembangunan jalan poros pavingisasi Desa Mediyunan yang dikerjakan oleh CV Asri Tehnika itu berasal dari program pagu indikatif tahun 2012.

“Sesuai Surat pelaksanaan kerja (SPK) mulai 4 juni 2012 lalu. Seharusnya bulan Oktober pengerjaannya harus sudah klir. Jadi, secara aturan sudah menyalahi aturan. Karena itu, akan saya koordinasikan dengan PU sanksi yang akan diberikan CV itu seperti apa,” tegas Budi Sukisna ketika ditemui saat ngecek kondisi pembangunan jalan poros desa Mediyunan, Minggu (18/11/2012) tersebut.

Sayangnya hingga berita ini ditulis pihak CV Asri Tehnika belum berhasil dimintai konfirmasi. Pihak Kantor Camat Ngasem maupun Pemdes Mediyunan juga tak mengetahui keberadaan CV tersebut. Menurut perangkat desa dan warga setempat, selama ini jarang ada petugas CV yang datang menunggui pekerjaan di lapangan. (sam)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *