SuaraBanyuurip.com – Edy PUrnomo
Tuban – Warga Desa Bulurejo, Kecamatan Rengel, Tuban, Jawa Timur meminta kepada Joint Operating Body Pertamina Petrochina East Java (JOB P-PEJ) agar mendatangkan orang yang tepat saat melakukan mediasi dengan warga, Senin (19/11/2012).
Selama ini, warga merasa kecewa dan diremehkan oleh JOB P-PEJ karena selalu mewakilkan orang yang dianggap kurang berkompeten. Sama sekali tidak mempunyai kewenangan dalam mengambil kebijakan.
“Kami bosan, setiap pertemuan alasannya selalu akan membicarakan ini dengan atasan. Lha atasannya itu yang mana?” ujar seorang warga Suprapto, saat melakukan rapat dengar pendapat (hearing) antara warga Bulurejo dan JOB PPEJ di kantor Kecamatan Rengel, Tuban.
Akibatnya, warga merasa kurang dihargai oleh JOB PPEJ. dan berharap selanjutnya adalah orang yang berwenang untuk mengambil kebijakan yang akan menemui mereka.
“Kalau menghargai kami, tolong atasannya yang menemui kami,” tambahnya.
Sebelumnya, Perwakilan JOB P-PEJ , Basith Syarwani, mengatakan, pihaknya meminta waktu satu bulan untuk membicarakan tuntutan warga kepada perusahaan. Hal ini karena dia tidak mempunyai kewenangan dalam pengambilan keputusan.
Diketahui, Hari ini ratusa warga Desa Bulurejo mendatangi kantor Kecamatan, Rengel, Tuban untuk melakukan mediasi dengan JOB PPEJ. Mereka menuntut diberikannya kompensasi bulanan kepada warga sebagai masyarakat yang terdampak dari pengeboran yang dilakukan JOB PPEJ.
Lainnya, beberapa warga mengeluh karena selama 20 tahun lebih perusahaan itu berdiri didesa mereka. Belum mampu memberikan kesejahteraan kepada masyarakat sekitar. (edp)