SuaraBanyuurip.com – Athok Moch Nur Rozaqy
Bojonegoro -Joint Operating Body Pertamina PetroChina East Java (JOB P-PEJ) memastikan kobaran api disertai asap yang terjadi di Lapangan Migas Sukowati, Blok Tuban, di Desa Ngampel, Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur , Rabu (21/11/2012), tidak menimbulkan bahaya.
Field Admin Superintendent, JOB P-PEJ Hananto Aji mengatakan, kejadian tersebut merupakan bagian teknis untuk mengetes seberapa jauh produksi di sumur  17 Pad B, Lapangan Sukowati.
“Tidak membahayakan itu hanya uji produksi saja,” katanya dihadapan para wartawan tak jauh dari lokasi kejadian.
Menurut dia, pengetesan sumur tersebut dilakukan untuk menindaklanjuti kegiatan produksi sebagai langkah pengeboran tiga sumur berikutnya. Selain itu, sumur  17 berukuran agak kecil
dengan kedalaman yang diperkirakan mencapai 8000 FEED. Sehingga dilakukan pembersihan dulu dengan membakarnya.
“Caranya dibakar menggunakan solar seperi sekarang ini. Pembakarannya hanya berlangsung dua sampai tiga jam,” ucap Hananto menerangkan. Hanya saja, Ia mengaku belum bisa memastikan potensi sumur 17 tersebut.Â
Untuk diketahui, didalam Well Pad B sendiri saat ini terdapat sembilan sumur lama dengan hasil rata-rata sekitar 1500 Barel Per Hari (BPH). Hingga berita ini diturunkan, sejumlah perangkat desa dan perwakilan JOB P-PEJ masih menunggu. Sementara itu, masyarakat sekitar lokasi beramai-ramai melihat pembakaran yang mengeluarkan asap hitam tebal.(roz/suko)