Gagal Panen Beruntun, Warga Karang Tinggil Jadi Pengemis

SuaraBanyuurip.comTotok Martono

Lamongan –  Serangan hama wereng dan genjor yang terjadi secara beruntun selama tiga tahun terakhir ini membuat petani di Desa Karang Tinggil, Kecamatan Pucuk, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, terpuruk. Akibatnya belasan warga desa setempat beralih profesi menjadi pengemis karena pertanian yang menjadi gantungan hidup mereka puso.

“ Saat dipanen hasilnya puso. Ini yang menjadikan warga desa karang Tinggil terpuruk perekonomiannya. “ kata Sekretaris Desa (Sekdes) Karang Tinggil M. Ihsan dikonfirmasi Suara Banyuurip dikantor desa. 

Menurut Ihsan, akibat gagal panen itu petani harus menanggung kerugian dan hutang.  Mereka juga kesulitan mencari pekerjaan dan memilih bekerja sebagai pengemis. Warga yang memilih menjadi pengemis itu berasal dari tiga dusun yakni Mulung, Tinggil dan Kawis.

“Jumlahnya mencapai belasan orang. Para pengemis ini selain beroperasi diwilayah Lamongan juga didaerah lain. Mereka terpaksa menjadi pengemis karena untuk bertahan hidup,” ungkap Ihsan.

Isan menjelaskan, dari sekitar 96 hektar lahan pertanian didesa Karang Tinggil, sebanyak 76 hektar yang mengalami gagal panen karena puso.

Baca Juga :   1.935 PPPK Terima SK, Pj Bupati Bojonegoro : Harus Benar-benar Memahami Peraturan Tugasnya

“Kami sudah melaporkan ke dinas Pertanian Kecamatan namun belum ada penanganan serius,” ujar Sekdes dibenarkan Kepala Seksi (Kasi) Keamanan dan Ketertiban ((Trantip) Abdullah dan Eksbang Paimin.

Dia menambahkan, karena tidak ada perhatian dari Dinas Pertanian, masyarakat akhirnya berinisiatip sendiri untuk memberantas wabah hama dilahan mereka.

“Mereka menyemprot tanamannya dengan oli, rinso maupun solar. Namun tidak ada hasil sama sekali,” pungkas Ihsan. (tok/suko)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *