SuaraBanyuurip.com – Athok Moch Nur Rozaqy
Bojonegoro – Konsorsium PT.Tripatra Engineers and Constructors – Samsung, kontraktor Mobil Cepu Limited (MCL), operator migas Blok Cepu, meminta kepada kontraktor lokal yang terlibat di proyek rekayasa pengadaan dan konstruksi (engineering procurement and construction /EPC) -1 Banyuurip untuk lebih mengedepankan safety (keselamatan). Sebab tahapan proyek berikutnya akan jauh lebih menantang dan penuh resiko.
“Yang kita laksanakan sekarang ini hanya proyek awal saja. Kedepan masih banyak pekerjaan yang resikonya lebih hanya sekadar cedera ringan,” ucap Raymond Naldi Rasfuldi, Manajer Proyek EPC 1 Banyuurip saat ditemui disela-sela acara peringatan satu juta jam kerja tanpa kecelakaan di lokasi proyek pusat fasilitas pemrosesan (Central Procesing Fasility/CPF) minyak Blok Cepu, Sabtu (11/24/2012) siang tadi.
Menurut dia, pengertian kecelakaan diproyek tersebut adalah tanpa ada yang cacat ataupun meninggal dunia. Sebab, kejadian tersebut masuk dalam kategori fatal.
“Kita akui memang ada kecelakaan, tapi cedera ringan,” katanya mengungkapkan.
Raymond menuturkan, pengerjaan konstruksi seperti penyiapan lahan yang dikerjakan saat ini tergolong memiliki resiko paling rendah, sementara perjalanan proyek masih panjang. Oleh karenanya, lanjut dia, dengan diselenggarakannya syukuran tersebut diharapkan akan ada budaya kerja yang mengedepankan keselamatan lebih dini.
“Ini sebagai transformasi kepada kontraktor lokal agar selanjutnya lebih memahami tingkat resiko diproyek industri migas,†tegas pria berkacamata minus ini.
Disinggung mengenai banyaknya kecelakaan yang terjadi saat proses pengurukan tanah urug (pedel) oleh dump truck, dia mengakui adanya kesalahan diluar prosedur.
“Kejadian tersebut sempat menjadi isu nasional. Itu karena adanya paksaan yang melebihi muatan. Makanya kita perlu membinanya yang tidak cukup hanya satu dua bulan saja,” tandas dia.(roz/suko)