SuaraBanyuurip.com – Edy Purnomo
Tuban – Bus Pahala Kencana berpenumpang penuh menjadi sasaran amuk massa di Jalur Pantura tepatnya di Desa Glondonggede, Kecamatan Tambakboyo, Kabupaten Tuban, Jawa Timur. Pasalnya bus tersebut telah menabrak Yenni Rahmawati, (21), bidan desa setempat hingga tewas, Selasa (27/11/2012) dini hari tadi.
Kejadian bermula ketika bus dengan Nomor Polisi (Nopol) B 7908 IZ tersebut melaju dengan kecepatan tinggi dari arah Timur (Tuban) menuju kebarat (arah Semarang). Sesampai dilokasi kejadian, bus kemudian menyalip sebuah truck dari arah kiri dan menabrak Yenni dari belakang yang saat itu mengendarai Sepeda motor Mio S 3572 GL.
Akibat dihantam bus, tubuh bidan ini kemudian terpental dan tewas dilokasi kecelakaan. Warga yang melihat kejadian ini langsung berusaha menolong korban. Saat menolong korban inilah, warga semakin berang melihat sopir bus justru melarikan diri.
“Warga emosi setelah menabrak kok malah melarikan diri,” kata Sami (33) warga setempat.
Warga yang marah, kemudian merusak bus yang ditinggal sopirnya. Setelah meminta penumpang yang ada didalamnya turun. Mereka melempari dengan batu dan nyaris membakar bus tersebut. Beruntung aksi tersebut bisa digagalkan karena petugas kepolisian sudah tiba dilokasi kejadian.
“Selama ini sopir bus selalu ugal-ugalan, ini biar jadi pelajaran yang lain,”teriak seorang warga dalam bahasa jawa.
Dikonfirmasi, Kasat Lantas Polres Tuban, Ajun Komisaris Polisi Akmal mengatakan, sopir bus diketahui bernama Marianus, (45), asal Jombang, Jawa Timur, telah menyerahkan diri kepetugas kepolisian.
Sementara puluhan penumpang bus tersebut langsung dicarikan bus lain untuk mengantarkan ketujuan masing-masing.
“Untuk penumpang, akan kita carikan bus lain,” terang Akp Akmal.
Akibat amuk massa ini, jalur Pantura diketahui macet selama beberapa jam saat melintas di salah satu kampung nelayan ini. (edp/suko)