Ansor Tuban Ancam Blokir Pantura

SuaraBanyuurip.comEdy Purnomo

Tuban – Pernyataan Ketua Dewan Pimpinan Pusat  Partai Demokrat (DPP PD), Sutan Bhatagoena yang menuding Gus Dur lengser dari jabatan Presiden RI karena kasus korupsi bruneigate dan buloggate, memantik reaksi keras Pengurus Cabang (PC) Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) Tuban, Jawa Timur. GP Ansor mengancam akan memblokir jalan Pantura dengan mengerahkan 5000 personil Banser jika Sutan Bhatagoene tidak segera meminta maaf.

Ketua GP Ansor Tuban, Syafiq Syauqi menegaskan, pihaknya akan memberi waktu 2×24 jam kepada Sutan Bhatagoena untuk meminta maaf kepada warga nahdliyin. Namun, jika tuntutan itu tidak dipenuhi, maka dirinya akan mengerahkan 5000 Banser untuk memblokir jalur nasional sampai ada permintaan resmi Partai Demokrat melalui media massa.

“Karena yang dilakukan anggota DPRD RI dari Partai Demokrat (Sutan Bhatagoene) itu telah menyakiti warga Nahdliyin,” ucapnya dengan geram kepada wartawan.

Dia mengaku, meski Ketua Umum Partai Demokrat, Anas Urbaningrum sudah meminta maaf, tapi GP Ansor tetap meminta agar Sutan juga meminta maaf sendiri. Lain itu, GP Ansor Tuban juga mendesak Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) agar memecat kadernya dari kursi jabatannya.

Baca Juga :   139 Desa di Lamongan Gelar Pilkades

“Apa yang diucapkan Sutan Bhatagoena bukanlah cermin seorang negarawan, meski Pak Anas sudah meminta maaf, tapi kami minta saudara Sutan juga meminta maaf,” tambah Syafiq yang juga menantu dari Bupati Tuban fathul Huda.

Diketahui, sikap fanatik untuk membela Gus Dur ini kembali mencuat setelah politikus Partai Demokrat Sutan Bhatagoena dalam salah satu acara televisi swasta pada 21 November lalu menyebut Gus Dur lengser dari jabatan Presiden 2001 karena terlibat kasus korupsi. Yaitu korupsi Bruneigate dan buloggate.

Pernyataan tersebut, kontan mendapat reaksi keras dari warga nahdliyin yang ada di tanah air. Karena bagaimanapu juga, selain sebagai tokoh junjungan, Gus Dur juga cucu dari pendiri ormas islam terbesar di Indonesia (NU) yaitu KH Hasyim Asyhari. (edp)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *