SuaraBanyuurip.com – Totok Martono
Lamongan – Memasuki musim penghujan tahun ini, ketinggian air di Bendung Gerak Babat, di Desa Kendal, Kecamatan Sekaran, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, masih di batas normal. Namun semua pintu bendungan air telah dibuka untuk mengantisipasi banjir.
Ada delapan pintu utama dan dua pintu irigasi berukuran raksasa di Bendungan Gerak Babat telah dibuka. Ketinggian air dipapan duga bendungan gerak, Rabu (28/11/2012), mencapai 1 meter 70 cm. Ketinggian ini cenderung turun dibanding Selasa kemarin.
“Hanya sebatas pemeriksaan dan perawatan saja karena lebih 6 bulan pintu air ditutup,†kata Danang, petugas juru pintu Bendung Gerak kepada Banyuurip.com diruang kontrol mesin. .
Danang mengaku, setiap harinya petugas rutin memeriksa kondisi pintu air yang digerakkan dengan mesin canggih itu. Ada delapan petugas yang bekerja menjaga bendungan selama 24 jam. Empat orang sebagai juru pintu dan 4 orang security.
Mereka bekerja secara shif (bergantian)
Menurut Danang, ketinggian air di Bendung Gerak sulit diprediksi. Tergantung curah hujan dari arah hilir (Bojonegoro). “Kalau dari hilir hujannya deras dan terus-terusan, maka ketinggian air juga akan terus naik,†kata Danang sambil mengungkapkan ketinggian air paling ekstrem di Bendung Gerak terjadi pada tahun 2009 yakni mencapai 8 meter.
Dia menuturkan, Bendung Gerak Babat ini diresmikan Presiden Megawati Soekarno Putri tahun 2003 silam. Bendungan yang dibangun dibangun di atas Sungai Bengawan Solo itu, kata dia, berfungsi sebagai pengendali banjir. Dimusim kemarau, bendung gerak dimanfaatkan sebagai bendungan air untuk irigasi pertanian sekaligus bahan baku air bersih.
“Bendungan ini pengelolaannya ditangani perusahaan umum (Perum) Jasa Tirta l,†tambah Danang. (tok)