SuaraBanyuurip.com –Athok Moch Nur Rozaqy
Bojonegoro – Pasca peringatan a millions main hours (satu juta jam keselamatan kerja) beberapa hari lalu, konsorsium PT.Tripatra Enngineers & Constructors – PT.Samsung kembali memulai penghitungan.
Community and Manager PT.Tripatra Budi Karyawan menerangkan, teknis penghitungan tersebut dilakukan pada setiap jamnya. “Kalau saat ini aktualnya sudah sekitar 1.700.000 jam kerja,” ujar Budi Karyawan kepada Suara Banyu Urip (SBU) Kamis (29-11-2012).
Dia menjelaskan, lebih tepatnya program itu disebut perhitungan jam kerja tanpa LTI (loss Time Injury). Adapun targetnya, lanjut Budi, diperkirakan hingga mencapai 18 juta jam bersamaan masa akhir pengerjaan proyek rekayasa, pengadaan dan konstruksi (engineering, procurement and construction/EPC) 1- Banyuurip, Blok Cepu.
“Kira-kira begitu gambarannya,” ucap pria yang sudah berpengalaman didunia engineers ini.
Dia menambahkan, peringatan tersebut dilakukan dalam kalkulasi mulai hitungan 1 juta, 5 juta, dan 10 juta. Namun begitu, sejalan dengan kelanjutan pengerjaan proyek, tingkat resiko akan lebih tinggi. Sebagaimana dinyatakan Manager Proyek EPC 1, Raymond Naldi Rasfuldi sebelumnya.
Hanya saja ia enggan menjelaskan ketika disinggung pengaruh terjadinya kecelakaan ditengah penghitungan jam keselamatan kerja.(roz)