SuaraBanyuurip.com – Athok Moch Nur Rozaqy
Bojonegoro – Geliat industri minyak dan gas bumi (migas) di sekitar wilayah Lapangan Banyuurip, Blok Cepu menuju puncak produksi membawa berkah bagi kalangan usaha disektor hilir. Terutama berkaitan dengan kampanye safety yang mulai banyak diminati.
Salah satu toko perlengkapan pakaian proyek disekitaran wilayah Blok Cepu, tepatnya di Desa Celangap, Kecamatan Kalitidu, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur banyak didatangi pembeli dari pekerja proyek.
“Kebanyakan helm proyek, sarung tangan, dan sepatu,” kata penjaga toko, Devi kepada Suara Banyuurip, Jum’at (30/11/2012).
Menurut dia, dalam sehari rata-rata 5 hingga 15 helm laku terjual. Sementara sisanya berupa sarung tangan, sepatu, masker, dan beberapa pakaian proyek. Harga yang ditawarkan, lanjut dia, bervariasi tergantung kualitas barang. Misalnya helm, dia memasang bandrol mulai dari Rp.30 ribu hingga Rp.250 ribu.
“Pembelinya pun berbeda. Kalau yang terlihat mandor atau bosnya biasanya beli yang mahal,” ucap mahasiswi semester tiga disalah satu perguruan tinggi di Bojonegoro ini.
Devi menceritakan, peluang usaha pertokoan kelengkapan industri proyek cukup menjanjikan. Seharinya, toko milik salah satu warga asal Kota Medan bernama Fardan ini rata-rata mendapat pemasukan Rp.100 sampai Rp.300 ribu. Sedangkan toko tersebut baru buka sejak kurang lebih tiga bulan lalu.
“Tinggal mengalikan saja mas per bulannya berapa,”ujar perempuan asli desa setempat itu. (roz)