SuaraBanyuurip.com – Edy Purnomo
Tuban – Teater Semak SMK PGRI 2 Tuban menyabet empat juara sekaligus dalam Kompetisi Teater Pelajar se-Jawa Timur, Sabtu (1/12/2012). Kelompok seni pelajar ini mengadopsi tema pementasan teater dengan seni tradisional yang mengusuang cerita anak desa.
Dalam pementasannya, mereka berhasil menyisihkan 20 komunitas teater pelajar dari berbagai sekolah setingkat SMA di Jawa Timur yang berlomba di Universitas Islam Darul Ulum (Unisda) Lamongan, Jawa Timur.
“Festival diikuti oleh 20 peserta dari pelajar Jawa Timur,” ujar Sutradara teater Semak M Taufiq.
Dalam kompetisi tersebut, empat penghargaan yang berhasil digondol Teater Semak diantaranya sebagai penyaji terbaik, make up dan kostum terbaik, tata musik terbaik serta satu penghargaan sutradara pementasan terbaik.
“Kita tidak menyangka akan mendapat 4 penghargaan sekaligus,” tambah M Taufiq.
Karena awalnya, dia hanya menargetkan mendapat satu nominasi saja dalam kompetisi tersebut. Tapi ternyata pementasan kali ini Teater Semak mampu menarik perhatian baik dari juri maupun penonton yang hadir. Meski begitu, dia berharap dengan diraihnya penghargaan ini mampu mendongkrak semangat komunitas teater ini untuk terus berkarya.
“Semoga kedepan, teater Semak bisa lebih baik lagi,” tambahnya.
Untuk diketahui, dalam kompetisi teater pelajar se-Jawa Timur yang diadakan oleh Komunitas Teater Roda, Kampus Unisda Lamongan, Teater Semak SMK PGRI 2 Tuban membawakan karya yang berjudul “Padhang Mbulan”. Padhang Mbulan sendiri secara garis besar menceritakan mengenai kehidupan anak-anak desa yang mulai kehilangan lahan permainan akibat arus modernisasi yang terus menggerus kawasan pedesaan.
Dalam pementasannya, teater ini juga mengadopsi beberapa properti yang biasa digunakan oleh permainan sandur, yaitu salah satu kesenian yang pernah hidup dan berkembang di Tuban. Dan saat ini mulai dilupakan banyak orang. Properti tersebut diantara lain, tali kentheng, kalikong dan gagar mayang.(edp)