SuaraBanyuurip.com – Ainur Rofik
Bojonegoro – Hari difabel atau disabilitas international (hari penyandang cacat internasional) yang jatuh pada Senin (03/12/12), di Kabupaten Bojonegoro, Jawa timur, tanpa perayaan maupun kegiatan.Di sejumlah sekolah dasar luar biasa (SDLB) dan sekolah luar biasa (SLB) di Bojonegoro hanya terlihat aktifitas rutinitas belajar-mengajar.
Salah satunya di SDLB Sumbang. Menurut salah satu guru di SDLB Sumbang, Suraji, peringatan Hari Disabilitas tahun ini hanya dilaksanakan rutinitas belajar mengajar tanpa perayaan khusus.
“Tidak ada perayaan khusus. Hanya rutinitas belajar-mengajar saja,†ungkap Suraji kepada SuaraBanyuurip.
Suraji berharap, kesadaran orang tua yang mempunyai anak berkebutuhan khusus untuk tetap mensekolahkan anaknya. Â Sebab pendidikan tersebut dapat menunjang kecerdasaan anak.
“Bagi orang tua yang mempuyai anak keterbelakangan mental tak usah malu untuk menyekolahkan anaknya karena pendidikan itu sangat penting,†pesan Suraji.
Suraji mengaku, sejauh ini minat dan kesadaran orang tua yang memiliki anak keterbelakangan mental untuk menyekolahkan anaknya kian tinggi dibanding tahun ajaran lalu.
“Apalagi biaya pendidkan di SDLB juga sudah gratis untuk SDLB Negeri,†pungkasnya. (rof)