SuaraBanyuurip.com – Ririn W
Bojonegoro – Selain memberikan training scaffolding kepada pemuda sekitar pemboran Blok Cepu, kontraktor Engineering, Procurement and Constructor (EPC) 1 Banyuurip, PT Tripatra Engineers & Constructors, kembali menggelar pelatihan Management Project (manajemen proyek konstruksi) kepada dua puluh dua kontraktor lokal Bojonegoro, Jawa Timur, di Aula Griya Dharma Kusuma (GDK), Senin (01/12/2012). Pengusaha lokal ini dilatih agar lebih professional dalam melaksanakan proyek migas.
Field Service Manager PT Tripatra, Totok Wibowo, mengatakan pelatihan ini ditujukan kepada karyawan yang bekerja di subkontraktor PT Tripatra. Masing-masing subkontraktor mengirimkan 2 personil yang dipilih agar mendapatkan pengetahuan didalam managemen project.
“Rata-rata mereka masih baru dalam dunia kerja seperti sekarang ini. Meskipun banyak yang berpendidikan, namun tetap ada kekurangan dalam melakukan pekerjaannya termasuk invoice dan progress,” ungkap Totok.
Pelatihan ini dilaksanakan selama dua hari, yakni Senin (01/12/2012) dan selasa (02/12/2012) besok itu, mendatangkan narasumber dari Intitute Tekhnologi Bandung (ITB) untuk memberikan materi tentang pemahaman membuat progres dan invoice (penagihan) dalam perusahaan.
“Spesifiknya ada dua hal itu. Meskipun selama ini sudah dilakukan, namun ini adalah hal yang baru. Kami ingin mereka belajar,”
Dalam pelatihan tersebut, mereka mendapatkan materi tentang invoice dan progres untuk meningkatkan skill dari karyawan yang bekerja di kontraktor lokal baik CV maupun PT. Karena dalam mengikuti proyek migas ada persyaratan tersendiri dan kualifikasinya sangat tinggi.
“Kami berharap, mereka tidak hanya menjadi pemain lokal yang handal, tapi juga diluar Bojonegoro. Dan tidak hanya kepada kontraktornya, tapi juga pekerjanya,” tegas Totok.
Sementara itu, salah satu peserta, Siti Maskhurotin (25), Direktur CV Agung Riski Desa Begadon, Kecamatan Gayam, mengatakan, sangat senang dengan adanya training Management Project ini karena bisa menambah pengalaman seperti metode-metode managemen proyek.
“Saya dan teman-teman yang lain tentu berharap bisa ada training seperti ini lagi,karena menambah skill meskipun sudah mendapatkan saat belajar di Universitas dulu,” papar perempuan lulusan S1 Tekhnik di Universitas Pembangunan Nasional Surabaya. (rin)