SuaraBanyuurip.com – Edy Purnomo
Tuban – Setelah melalui perundingan alot antara keluarga, Tabani (2), penderita Hydrocipalus dengan management RSUD Dr R Koesma Tuban, akhirnya pihak rumah sakit menyepakati memberi rujukan ke RS Dr Soetomo Surabaya, Senin (3/12/2012)..
“Pasien akan kita antar ke RS Dr Soetomo, dengan biaya ditanggung pemerintah,” ujar Direktur RSUD Dr R Koesma Tuban, Dr Zainul Arifin, saat dikonfirmasi SuaraBanyuurip.com melalui ponselnya.
Dia jelaskan, dirujuknya Tabani ke Surabaya dikarenakan perkembangan kondisi kesehatan yang mengharuskan untuk mendapatkan perawatan yang lebih baik. Yaitu dengan ditangani oleh dokter yang ditunjang dengan peralatan yang lebih lengkap dan canggih.
“Tujuannya, agar pasien dapat perawatan yang lebih baik,” terang Zainul.
Terkait gagalnya operasi yang akan dilakukan siang ini, Zainul menyatakan, semua itu dilakukan karena berbagai pertimbangan. Salah satunya karena memang antisipasi yang dilakukan tim dokter untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.
“Pada intinya, semua itu untuk kebaikan pasien kami,” pungkas Dr Zainul.
Pada pemberitaan sebelumnya, keluarga Tabani mengeluhkan merasa di pingpong pihak RSUD Dr R Koesma atas kejelasan perawatan anaknya. Sebelumnya, keluarga sempat dijanjikan Tabani akan dioperasi di rumah sakit ini. Tapi siang tadi setelah mereka diminta datang ke rumah sakit, mereka harus kecewa karena dokter mengatakan tidak berani mengoperasi balita yang menderita pembesaran kepala tersebut.
“Saya sempat senang, tapi sekarang ya kecewa, Mas,” ujar Kanifah (40), ibu Tabani saat berada di depan ruang bedah RSUD Dr R Koesma Tuban. (edp)