SuaraBanyuurip.com – Edy Purnomo
Tuban – Ruas jalan di jalur Pantura di Tuban, Jawa Timur, terasa semakin padat. Kondisi ini disebabkan luas, dan lebar dari Jalur Pantura yang ada di Tuban itu tidak seimbang dengan jumlah kendaraan yang melintas.
Padatnya jalan yang ada di Tuban disebabkan beberapa faktor. Diantaranya, selama ini kota Tuban terkenal sebagai tempat singgah dari beberapa kendaraan yang melakukan perjalanan jauh. Baik itu dari kendaraan besar seperti truk, hingga bus pariwisata yang mengangkut rombongan wisata.
Lainnya, Tuban merupakan salah satu daerah yang menjadi lintasan jalur penghubung antarkota maupun antarprovinsi. Praktis keadaan ini membuat jalur dilewati kendaraan pengangkut penumpang yang lalu lalang dari berbagai daerah, seperti dari wilayah Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, Jakarta, bahkan beberapa bus Antar Lintas Sumatra (ALS).
Kondisi di atas semakin membuat jalur Pantura di Tuban semakin padat. Karena, tidak berimbangnya antara kapasitas jalan, dan jumlah kendaraan yang melintas. Sehingga rawan sekali terjadinya kecelakaan dan kemacetan.
“Melihat luas jalan yang tidak seimbang dengan jumlah kendaraan yang melintas disini, maka kami minta pengendara untuk tetap berhati-hati,” ujar Kanit Turjawali Satuan Lantas Polres Tuban, IPTU Musa Bakhtiar, saat dikonfirmasi, Rabu (4/12/2012).
Selanjutnya, dia meminta agar pengendara, khususnya yang berasal dari luar daerah, dan hanya melintas saja. Untuk selalu berhati-hati dan menjaga keselamatan. Terlebih di jalan dengan tikungan yang tajam dengan beberapa titik rawan kecelakaan lain.
“Apabila ada tikungan tajam, segera kurangi kecepatan,” tambah Musa yang memberi himbauan dengan memberikan poster peringatan selamat lalu lintas kepada salah satu pengemudi bus.
Diketahui, Â jumlah kendaraan yang melintas di Jalur Pantura dirasakan semakin padat selama dua tahun terakhir. Kondisi ini, membuat Jalur Pantura yang ada di Tuban mulai mudah tersendat, meski di jalan hanya ada gangguan sedikit saja.
“Sekarang jalanan disini sangat ramai, ada ruwet sedikit, langsung macet,” kata Rani (30), pedagang yang ada di los di pinggir Jalur Pantura, tepatnya di Jalan Gajah Mada, Tuban. (edp)