SuaraBanyuurip.com – Samian Sasongko
Bojonegoro – Pengangkutan minyak mentah dari sumur migas Tiung Biru (TBR), Blok Gundih, di Desa Kalisumber, Kecamatan Tambakrejo, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, oleh PT Pertamina EP, kembali terhenti. Karena pintu masuk lokasi pemboran tersebut diblokir warga, Rabu (5/12/2012), mulai pukul 14.00 wib.
Pemblokiran itu dilakukan sekira lima belas warga dari Desa Tambakrjo dan Malingmati, Kecamatan Tambakrejo dan Desa/Kecamatan Purwosari. Belasan warga melakukan penghadangan terhadap truk tanki yang keluar masuk ke lokasi pemboran sumur migas TBR-A.
Penghadangan truk tanki milik Pertamina EP oleh ini merupakan yang kesekian kalinya. Â Aksi itu dipicu karena operator sampai sekarang tak merealisasikan janjinya untuk melibatkan warga dalam jasa pengangkutan minyak.
Informasi yang dikumpulkan SuaraBanyuurip.com dari sekitar lokasi TBR menyebut, terhentinya aktivitas pengangkutan migas itu lantaran mobil tangki pengangkut migas yang sedianya dibawa ke wilayah Cepu, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, tidak diperbolehkan masuk lokasi oleh warga sekitar.
Warga mengaku jengkel dengan sikap Pertamina EP yang selalu ingkar janji. Sebab warga tidak diikutsertakan dalam jasa pengangkutan sesuai kesepakatan yang pernah disepakati. Namun, disisi lain, Pertamina EP terus melakukan pengangkutan minyak dari TBR-A.
“Kalau janji Pertamina EP tidak diwujudkan, mobil tangki juga tidak boleh masuk lokasi TBR-A untuk mengambil minyak,” kata Kesran, Rabu (05/12/2012).
Kesran mengungkapkan, sebelumnya Pertamina EP sudah membuat kesepakatan dengan perwakilan warga secara tertulis yang disaksikan Muspika Tambakrejo dan Purwosari untuk melibatkan warga dalam jasa pengangkutan mulai awal Nopember 2012 lalu. Namun sampai sekarang kesepakatan itu belum terealisasi.
Karena itu, Kesran menuntut, agar Pertamina EP segera merealisasikan kesepakatan itu. Jika tidak pintu masuk lokasi TBR-A tetap akan ditutup warga. Selain itu, warga juga akan melakukan pemblokiran jalan mulai Purwosari hingga lokasi pemboran.
“Untuk pengerahan massa, saya sudah koordinasi dengan tokoh masyarakat mulai Desa Purwosari, Kecamatan Purwosari dan warga desa sekitar lokasi TBR,” ancam Kesran.
Terpisah, Hubungan Masyarakat (Humas) PT Pertamina EP, Tiara, sedang berupaya dihubungi terkait pemblokiran lokasi TBR-A. Ketika dikonfirmasi melalui pesan pendek, Rabu (05/12/2012), hingga berita ini diturunkan belum ada jawaban. (sam)