Pertamina EP Tegaskan Bukan Meledak

SuaraBanyuurip.comSamian Sasongko

Bojonegoro – PT. Pertamina Eksplorasi dan Produksi (EP) menegaskan early production facility (EPF) sumur migas Tiung Biru (TBR)-A, Blok Gundih, bukan meledak. Melainkan fasilitas penampungan minyak mentah itu terjadi kebocoran.

“Itu hanya kebocoran. Bukan meledak seperti yang diisukan. Saat ini, keadaan itu sedang kami atasi,” tegas Humas Pertamina EP, Tiara kepada SuaraBanyuurip melalui pesan pendeknya, Kamis (6/12/2012) malam.

Seperti diberitakan sebelumnya, suara keras menyerupai ledakan dari tempat penampungan minyak mentah sumur TBR-A di Desa Kalisumebr, Kecamatan Tambakrejo, Kabupaten Bojonegoro, JawaTimur, Kamis (6/12/2012) sekira pukul 16.00 wib itu sempat membuat pekerja dilokasi panik. Mereka lari keluar untuk menyelamatkan diri. Ledakan keras itu juga mengagetkan warga sekitar lokasi. Warga keluar rumah untuk melihat dari jauh arah suara ledakan itu.

Salah satu Warga Desa Tambakrejo, Kecamatan Tambakrejo, Mayar, mengatakan, ledakan itu diduga karena kondisi tanki penampungan sudah penuh yang menyebabkan kran yang berfungsi mengalirkan minyak mentah ke tandon (penampungan) putus.

Baca Juga :   PSHT Rayon Manukan Giat Sosial Bersihkan Sisa Kayu Rumah Kebakaran

“Suaranya keras banget, mas. Semua pekerja pada lari keluar lokasi menyelamatkan diri. Informasinya kran tanki tandon minyak itu putus sehingga membuat tampungan meledak karena bocor,” kata Mayar dijumpai dilolasi, Kamis (6/12/2012).

Camat Tambakrejo, Andik Sujarwo, mengaku tidak mengetahui secara persis penyebab suara ledakan itu. Namun, sesui laporan warga, suara ledakan itu dikarenakan kondisi kapasitas tanki tandon minyak sudah penuh.

“Saya dapat informasi dari warga langsung cek lokasi ini Mas. Dan Alhamdulillah tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut,” terang Andik Sujarwo ditemui dilokasi TBR-A seusai menyaksikan kebocoran tanki penampungan tersebut. (6/12/2012). (sam)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *