SuaraBanyuurip.com – Totok Martono
Lamongan – Selama medio Januari hingga Nopember 20012, sedikitnnya 10 ibu di Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, meninggal dunia saat melahirkan. Mereka meninggal akibat pendarahan saat proses persalinan.Â
 “Itu terjadi karena kekurangan gizi, terutama anemia, penanganan saat proses melahirkan, serta melahirkan lebih dari lima kali. Kondisi ini sering berakibat fatal karena ibu tidak segera mendapat penanganan intensif, “ ungkap Ketua Tim Penggerak PKK Lamongan Mahdumah Fadeli saat Pencanangan Hari Kesatuan Gerak PKK, KB dan Kesehatan di Pendopo Kecamatan Bluluk.
Karena itu dia meminta kepada ibu-ibu PKK dan petugas kesehatan serta petugas KB untuk meningkatkan pelayanan kesehatan bagi ibu hamil. Juga agar terus mensosialisasikan program pelayanan persalinan yang gratis, yakni Jaminan Persalinan (Jampersal).
Menurut dia, Jampersal yang diperuntukkan warga miskin ini merupakan pelayanan paket kesehatan yang mencakup semua proses persalinan. Mulai kontrol ibu hamil, persalinan dan proses setelah persalinan serta pelayanan KB.
“Terlebih mulai tahun depan ibu-ibu tidak perlu khawatir jika berobat di Lamongan. Jika sebelumnya hanya rawat jalan yang gratis, tahun depan Bapak Bupati sudah menggratiskan biaya kesehatan untuk rawat inap di ruang kelas III, “ janji Mahdumah.
Dalami kesempatan itu, Mahdumah juga membagikan makanan bergizi dan susu untuk sejumlah ibu hamil.
Untuk diketahui, tahun 2011, Angka kematian bayi (AKB) di Lamongan mencapai 36,62 per 1.000 kelahiran atau masih di bawah angka nasional yang mencapai 40 per 1.000 kelahiran. Demikian pula angka kematian ibu (AKI) tahun 2011 berada pada angka 80,2 per 100.000 kelahiran hidup. Sementara AKI Jawa Timur masih 101,4 per 100.000 kelahiran. Sedangkan sasaran dari MDGs adalah 102 per 100.000 kelahiran.(tok)