SuaraBanyuurip.com – Ririn W
Bojonegoro – Lapangan sepak bola untuk warga Desa Gayam, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur hingga kini belum dibangun oleh operator ladang migas Blok Cepu, Mobil Cepu Ltd (MCL). Padahal, lapangan bola milik warga telah dipakai untuk lapangan parkir kendaraan proyek Blok Cepu.
Sesuai kesepakatan, MCL akan membangunkan lapangan bola untuk warga, karena lahan yang biasa dipakai bermain bola pemuda Gayam dipakai proyek. Lahan pengganti untuk lapangan tersebut juga sdah ada, namun MCL tak kunjung membangun lapangan bola yang banyak ditunggu pemuda desa ring 1 sumur minyak Banyuurip, Blok Cepu tersebut.
Kepala Desa Gayam,Pujiono, mengatakan, hingga kini belum ada tindak lanjut dari MCL Â untuk pengalihan lapangan sepak bola. Kondisi ini diprotes pemuda setempat.
“Alasannya karena belum ada lapangan pengganti kok sudah banyak kendaraan proyek yang parkir disana. Padahal setiap hari masih ada kegiatan sepak bola oleh pemuda setempat,” tegasnya, Sabtu (8/12/2012).
Dia menyatakan, sudah ada lahan pengganti untuk lapangan sepak bola ini, namun meskipun sudah disampaikan belum ada tanggapan dari MCL. Oleh karena itu pihaknya berharap, agar tidak menimbulkan gejolak sosial lagi meminta secepatnya untuk diselesaikan.
“Masalah harga juga belum dibahas, tidak tahu ya kok belum ada kabar sama sekali. Tidak ada komunikasi masalah itu,” imbuhnya.
Sementara itu, untuk pembangunan kantor Balai Desa Gayam sudah mulai mendatangkan material seperti pasir, batu, dan lainnya. Lokasi bangunan ini berada tepat di depan Well Pad C Lapangan Banyuurip, namun Pujiono memastikan tidak akan berbahaya karena proyek Pad C berada di dalam pagar.
“Kita bangun disini kan karena sentra dari empat dusun di sekitarnya, dan MCL sudah tahu letak kantor desa,” imbuhnya.
Pujiono menyatakan, nantinya tidak hanya kantor balai desa saja, tapi juga kantor lainnya seperti BPD (Badan Permusyawaratan Desa), PKK dan ditargetkan akan selesai dibangun selama satu tahun.
” Insya Allah, akhir tahun 2013 mendatang sudah selesai, dan bisa digunakan untuk melayani kebutuhan masyarakat desa,” pungkasnya. (rien)