SuaraBanyuurip.com – Samian Sasongko
Bojonegoro – PT. Metro Multi Powerindo (MMP) meminta kepada Pertamina Eksplorasi dan Produksi (EP), untuk segera memutuskan permasalahan jasa pengamanan di sumur migas Tiung Biru (TBR) Blok Gundih. Sebab sebagai perusahaan penyedia jasa security asal Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur yang diminta Pertamina EP membantu pengamanan TBR, MMP telah berupaya melakukan penyelesaian masalah dengan cara musyawarah, namun hasilnya mentok.
Hubungan masyarakat (Humas) PT. MMP, Warsilan HS, mengatakan, dalam musyawarah itu MMP sudah memberikan penawaran pembagian jatah untuk keterlibatan warga sekitar dalam pengamanan TBR dengan komposisi yang ideal. Yakni 60 persen dari warga dan 40 persen MMP.
â€Namun warga tetap minta jatah 70 persen yang 30 persen MMP tidak mau turun. Ini berat buat kita,” kata Warsilan ketika ditemui seusai musyawarah, Jum’at (7/12/2012).
Sebab, menurut Warsilan, security MMP yang bertugas di lokasi TBR di Desa Kalisumber, Kecamatan Tambakrejo, tidak asal-asalan langsung kerja. Namur melalui prosedur pembahasan dengan Pertamina EP. Sehingga keputusan tetap berada ditangan Pertamina EP.
“Semoga Pertamina EP segera memberikan keputusan yang terbaik buat kita semua,” terangnya.
Terpisah, hubungan masyarakat (Humas) Pertamina EP, Tiara, mengatakan, persoalan Security TBR hingga saat ini masih dalam proses kajian dan pertimbangan dimenejemen untuk dijadikan keputusan.
“Soal itu (Security) masih kami kaji dan evaluasi. Masukan-masukan dari warga, Kepala Desa (Kades) dan Camat menjadi pertimbangan bagi kami,” tegas Tiara melalui pesan pendek, Minggu, (9/12/2012).
Seperti diberitakan sebelumnya, security MMP yang melakukan magang di sumur migas TBR ditolak warga karena dinilai tidak melibatkan masyarakat sekitar dalam jasa pengamanan . (sam)