PKS SDN 1 Gayam Bagikan Brosur dan Stiker

SuaraBanyuurip.com - 

Setiap dua hari sekali satu orang meninggal dunia akibat kecelakaan lalu-lintas. Kondisi itu menggugah kepedulian siswa SD di wilayah pemboran Migas Blok Cepu untuk mengkampanyekan keselamatan bagi pengguna jalan. 

Pagi itu Galuh tampak bersemangat. Dengan berpakaian ala polisi lalu lintas, dia sudah berdiri di perempatan Pasar Desa Gayam, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur. Sesekali ia melaimbaikan tangan mungilnya kepada para pengendara motor yang melintas di jalan itu untuk mengurangi laju kendaraannya.

Galuh tidak sendiri. Diperempatan jalan utama menuju lokasi sumur migas Banyuurip – Jambaran, Blok Cepu itu, dia bersama 21 temannya berdiri dipinggir jalan. Mereka berkelompok menyebar diempat arah. Selatan, utara, timur dan barat.

Para bocah itu membagikan brosur dan stiker bertuliskan ”Saya Pelopor Keselamatan Dalam Berlalulintas” kepada para penguna jalan yang pagi itu tengah melintas di jalan tersebut. Aksi puluhan bocah itu merupakan pesan keselamatan bagi para pengguna jalan yang dilakukan patroli keamanan sekolah (PKS) SDN 1 Gayam. Baik kendaraan bermotor, mobil, truk maupun sejenisnya.    

Tak ada rasa canggung dan ringkih. Para bocah itu dengan penuh semangat dan berani membagikan satu persatu pamflet yang berisi ajakan untuk tertib berlalu lintas kepada para pengguna jalan. Suasana perempatan yang ramai karena bertepatan hari pasar desa tak membuat mereka malu.

”Senang mas. Khan ini demi keselamatan banyak orang,” kata siswa kelas V SDN Gayam ini sambil mengusap keringat yang membasahi dahinya.

Menurut Kang Apri, perwakilan LSM Farabi yang menginisiasi PKS, aksi pesan keselamatan ini merupakan misi besar untuk menyelamatkan masyarakat Bojonegoro khususnya dan masyarakat di luar Bojonegoro pada umumnya dari kecelakaan lalulintas. Apalagi sekarang ini diseputar wilayah oprasi exsplorasi Migas Banyuurip terjadi peningkatan arus kendaraan baik ringan dan berat yang berlalulalang seiiring meningkatnya aktifitas proyek.

Baca Juga :   Ingin Lingkungan Nyaman, Warga Rela Kredit Jamban

”Jangan sampai meningkatnya arus kendaraan disini menimbulkan kecelakaan lalulintas. Karena kita semua akan menderita kerugian baik jiwa, raga, maupun material’’ sergah Apri dikonfirmasi terpisah.

Aksi pesan keselamatan berlalulintas dengan melibatkan anak-anak SD merupakan salah satu upaya untuk membudayakan tertib lalulintas sejak dini. Agar mereka memahami pentingnya keselamatan dalam berlalulintas.

”Kita ingin mereka memahami kalau keselamatan berlalulintas ini bukan hanya untuk dirinya, tapi orang banyak,” sambung Pembina PKS di SDN I Gayam, Syahrul.

Pesan keselamatan yang dilakukan puluhan siswa ini cukup menyita perhatian pengguna jalan. Mereka yang melihat lambaian tangan anak-anak itu kemudian mengurangi kecepatan kendaraannya. Bahkan tak jarang pengguna jalan menyempatkan berhenti sejenak untuk menerima brosur dan stiker yang dibagikan siswa SD tersebut.

”Saya sangat bersyukur adanya kegiatan yang dilakukan siswa SD ini. Meski masih anak-anak, namun mereka peduli dengan keselamatan masyarakat,” ujar Rubiyanto, Warga Desa Mojodelik, Kecamatan Gayam, yang sempat berhenti sejenak dan menerima brosur.

Aksi pesan keselamatan dalam berlalulintas di perempatan pasar Desa Gayam ini merupakan aksi lanjutan kegiatan sebelumnya yaitu di pertigaan arah masuk Kota Bojonegoro dan arah Terminal Rajekwesi yang dilaksanakan pada awal Desember lalu. Para pelajar SD itu mulai melakukan aksinya pukul 06.30 – 08.00 Wib.

Pelaksanaan aksi pesan keselamatan berlalulintas yang dilakukan itu melibatkan LSM Farabi yang berkerjasama dengan Satlantas Polres Bojonegoro dan Dinas Perhubungan Kabupaten Bojonegoro. Aksi itu melibatkan sekira 25 orang. Mereka membagi-bagikan brosur dan stiker kepada pengguna jalan di traffic light.

Bahkan, Kasat Lantas Polres Bojonegoro, AKP. Oscar Samsyudin, juga turut turun kejalan bersama anggotanya dan pelajar SD untuk bersama-sama membagikan brosur dan stiker. Oscar Samsyudin mengaku, sangat mengapresiasi dan mendukung kegiatan aksi pesan keselamatan yang melibatkan LSM Farabi sebagai salah satu inisiator Rekor Muri Senam Lalulintas Peserta Terbanyak, Satlantas Polres Bojonegoro dan Dinas Perhubungan Bojonegoro.

Baca Juga :   Terentas Dari Belenggu Kekeringan

”Aksi seperti ini perlu digalakkan agar tertib berlalu lintas di masyarakat menjadi budaya. Dengan begitu kesadaran masyarakat akan pentingnya keselamatan berlalulintas bisa tumbuh sehingga dapat mengurangi kecelakaan lalu lintas di wilayah Bojonegoro,” kata Oscar menjelaskan.

Sesuai data di Satlantas Polres Bojonegoro, jumlah kecelakaan di Kabupaten Bojonegoro mulai Januari hingga Awal Desember 2012 meningkat dibanding tahun 2011 lalu di medio yang sama. Tercatat, hingga awal Desember ini jumlah kecelakaan mencapai 733 kasus. Rinciannya, 136 korban meninggal dunia, 34 korban luka berat dan 1.227 korban tabrak lari.

Sedangkan untuk tahun 2011 direntang waktu sama, jumlah kecelakaan lalu lintas mencapai 382 kasus. Rinciannya, 118 korban meninggal dunia, 173 korban loka berat dan 378 korban tabrak lalri. Dari data itu, dapat diketahui bahwa di Kabupaten Bojonegoro setiap dua hari sekali 1 orang meninggal dunia akibat kecelakaan lalulintas.

”Kami berharap aksi ini tidak berhenti sampai disini saja. Sebab pesan keselamatan berlalulintas tidak hanya milik polisi, namun manjadi milik semua masyarakat Bojonegoro,” pungkas salah satu Koordinator Kegiatan Aksi Pesan Keselamatan Berlalulintas, Aiptu Suparnoto.

Yang pasti dengan tergugahnya kesadaran masyarakat untuk tertib berlalu lintas akan menyelamatkan masyarakat Bojonegoro dari kecelakaan lalulintas. (samian sasongko)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *