Bupati Suyoto Prihatin Nasib MMP

Bupati Suyoto

SuaraBanyuurip.comRirin W

Bojonegoro – Bupati Bojonegoro Suyoto mengaku belum mengetahui persis penyebab pemutusan kontrak terhadap 426 pemuda yang menjadi security di PT Metro Multi Powerindo (MMP), Senin (10/12/2012) kemarin siang. Namun demikian dirinya prihatin dan menyayangkan dirumahkannya ratusan satpam dari pemuda lokal Bojonegoro tersebut.

“Saya melihat PT MMP telah memiliki niat mulia kepada rakyat dan patut mendapatkan apresiasi dari Pemkab Bojonegoro,” kata Suyoto saat ditemui dikantornya, Selasa (11/12/2012).

Bupati Incumbent yang kembali terpilih lima tahun mendatang ini menyampaikan, selama ini Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro selalu mendukung penuh langkah PT MMP untuk terlibat di proyek Migas dengan meminta seluruh kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) migas beserta kontraktornya di Bojonegoro untuk menggandeng PT MMP. Termasuk salah satunya operator minyak Lapangan Bayuurip, Blok Cepu Mobil Cepu Limited (MCL).

“Setiap rapat evaluasi dengan KKKS, Tim Optimalisasi Kandungan Lokal milik Pemkab sudah berusaha meminta kepada MCL dan kontraktornya yaitu PT Tripatra agar melibatkan PT MMP,” ungkap Kang Yoto-panggilan akrab Suyoto.

Baca Juga :   Lurah Tambakromo Diprotes Warga

Menurut dia, PT MMP memiliki keterbatasan dalam keuangan karena belum adanya job (pekerjaaan) yang diperolehnya selama ini. Sebab saat melakukan training, pendidikan, sertifikasi, sampai memberi gaji setiap bulannya dengan  menggunakan biaya dari perusahaan dan tidak dibebankan kepada para pemuda lokal Bojonegoro tersebut.

Walau begitu, kata Suyoto, PT MMP telah memanfaatkan dengan baik adanya Peraturan Daerah (Perda) Nomor 23/2011 tentang Konten Lokal sehingga Pemkab sangat apresiasi dan menghargai. Karena itulah Pemkab mendorong terjadinya proses komunikasi antara MMP dengan Tripatra meskipun tidak mengetahui bagaimana Bisnis To Bisnisnya yang dibangun, karena itu internal perusahaan.

“Meskipun dengan Tripatra alot, Insya Allah dengan kontraktor EPC 5 yaitu PT Rekind sudah ada lampu hijau dan operator Blok Gundih yaitu Pertamina EP. Walaupun sekarang ini masih ada kendala pada jumlah security yang dibutuhkan nantinya,” ucap Kang Yoto menerangkan.

Bupati mengaku, sempat mempertanyakan kepada MCL sebab musabab tidak diterimanya PT MMP sebagai salah satu penyedia jasa security. Bahkan pihaknya juga telah meminta MCL untuk berkomunikasi dengan Pemkab Bojonegoro apabila ada kendala atau kekurangan yang ada di PT MMP.

Baca Juga :   Wabup Meradang Dengar Rumah Warganya Retak

“Saya sempat marah kepada MCL, kenapa mereka tidak bisa diterima bekerja. Kalau alasan belum sesuai kualifikasi atau tidak sesuai dengan ketentuan POLRI kenapa tidak bilang sebelumnya? Karena setelah dicek ternyata PT MMP telah mendapatkan ijin dari POLRI,” pungkasnya.

Terpisah, Field Public and Government Affairs Manager MCL, Rexy Mawardijaya tidak berkomentar banyak atas dirumahkannya semua anggota security di PT MMP yang minta dilibatkan di dalam proyek Banyuurip, Blok Cepu.

“Kesempatan tetap terbuka untuk semua Vendor asalkan memenuhi aturan tender dan persyaratan dari POLRI,” jawabnya melalui pesan pendek.

Seperti diberitakan sebelumnya ratusan security MMP dirumahkan karena perusahaan sudah tidak mampu lagi menggaji karena selama berdiri sekira dua tahun lalu belum memperoleh pekerjaan. (rin)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *