SuaraBanyuurip.com – Ririn W
Bojonegoro -Â Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, akan memprioritaskan peningkatan dan perbaikan sarana prasarana pusat kesehatan masyarakat (Puskesmas) di tahun 2013 mendatang. Program ini untuk mewujudkan pemerataan pembangunan kesehatan dan peningkatan derajat kesehatan masyarakat.
Kepala Dinas Kesehatan Bojonegoro, Hariyono mengatakan, program kesehatan yang diprioritaskan pada tahun 2013 mendatang adalah pengadaan, peningkatan dan perbaikan sarana dan prasarana Puskesmas di 28 kecamatan di Kabupaten Bojonegoro. Peningkatan itu meliputi perbaikan infratruktur, peralatan maupun sumber daya manusia (SDM) tenaga medis.
“Untuk kegiatan ini kita menganggarkan Rp16, 2 milyar,†kata Hariyono kepada SuaraBanyuurip, Kamis (13/12/2012).
Dia menjelaskan, dari anggaran ssebesar Rp16,2 milyar tersebut bersumber dari APBD Bojonegoro. Rencananya anggaran itu tidak hanya untuk Puskesmas, Â melainkan Poned dan Polindes serta jaringan kesehatan lainnya.
“Diharapkan dengan peningkatan sarana dan prasara tersebut bisa meningkatkan kualitas dalam pelayanan kesehatan kepada masyarakat,†papar Hariyono.
Selain itu, lanjut dia, adalah program pencegahan dan penanggulangan penyakit menular.
Dalam program ini, Dinas Kesehatan akan menangani secara maksimal penyakit menular yang ada di Bojonegoro.
Ada 10 jenis penyakit yang akan ditekan tersebut diantaranya infeksi saluran pernafasan akut (ISPA) yang menyerang sebanyak 100.524 orang atau sebesar 17,95%, penyakit pada sistem otot dan jaringan pengikat yang menyerang sebanyak 81.868 orang atau sbesar 14,62%, tukak lambung yang menyerang 46.605 orang atau sebesar 8,32%, tekanan darah tinggi yang menyerang 46.099 atau sebesar 8,23%.
Kemudian observasi febris yang menyerang sebanyak 28.212 atau sebesar 5,04%, Â diare sebanyak 24.951 orang atau sebesar 4,45%, penyakit kulit alergi sebanyak 20.016 orang atau sebesar 3,57%, penyakit kulit infeksi sebanyak 14.469 orang atau sebesar 2,94%, penyakit lain pada saluran pernafasan bagian atas sebanyak 13.831 orang atau sebesar 2,47%,penyakit asma sebanyak 12.964 orang atau sebesar 2,31%.
“Anggaran yang kita siapkan untuk penanganan penyakit menular ini sebesar Rp963 juta,†tegasnya.
Sementara itu, program ketiga Dinas Kesehatan yang menjadi prioritas tahun 2013 adalah peningkatan pelayanan untuk  Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda) yang diperuntukkan bagi pasien kurang mampu. Untuk pasien yang menggunakan Jamkesda, terdapat pasien rawat jalan dan rawat inap yang menghabiskan anggaran sebesar Rp1 miliar perbulan.
“Untuk 2013 mendatang kami siapkan sebesar Rp16,9 milyar,†pungkas Hariyono. (rien)