SuaraBanyuurip.com – Ririn W
Bojonegoro- Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), PT Bojonegoro Bangun Sarana (BBS), Â meminta kontraktor Engineering Procurement and Construction (EPC) 5 Lapangan Banyuurip, Blok Cepu, konsorsium PT Rekayasa Industri (Rekind) dan PT Hutama Karya untuk memberikan informasi terkait persayaratan administrasi dalam mengikuti tender yang ada di proyek tersebut.
“Kebetulan tadi mereka datang ke kantor BUMD untuk menjelaskan terkait itu, apa yang perlu disiapkan saat melakukan tender. Jangan sampai, BUMD ikut tender tapi kalah hanya karena ada yang kurang dalam kelengkapan administrasinya,†kata Direktur Utama PT BBS, Deddy Affidick, saat ditemui di Pendapa Malowopati Pemkab Bojonegoro, Jumat (14/12/2012).
Dia katakan, saat ini BBS akan memanfaatkan semua peluang yang ada di proyek EPC 5 agar konten lokal bisa sepenuhnya berkontribusi, dan terlibat seperti yang diamanhkan Perda no 23 tahun 2011 tentang konten lokal.
“Di EPC 5 kan banyak paket pekerjaan-pekerjaan yang bisa kita manfaatkan, seperti pembangunan pagar dan lainnya,†sergahnya.
Selain membahas peluang kerja, dirinya juga menekankan agar PT Rekind-Hutama Karya segera membuat daftar untuk peluang kerja apa saja, dan kebutuhan tenaga kerja. Untuk segera diserahkan kepada Tim Optimalisasi Kandungan Lokal Pemkab Bojonegoro.
“Meskipun belum memulai pekerjaan besar dan membutuhkan tenaga kerja, akan tetapi keterlibatan tenaga lokal menjadi prioritas utama,†tukasnya.
Terpisah Humas PT Rekind-Hutama Karya, Herman Susatya, belum memberikan konfirmasinya terkait kunjungan kontraktor milik MCL ini ke BUMD Bojonegoro. (rien)