SuaraBanyuurip.com – Ririn W
Bojonegoro– Menjelang Hari Natal dan tahun baru 2013Â beberapa harga komoditi di pasaran merangkak naik. Daging ayam yang sebelumnya hanya Rp20.000 per kilogram, sekarang naik menjadi Rp25.000.
Dari pantauan di Pasar Kota Bojonegoro, sejumlah kebutuhan pokok yang mengalami kenaikan diantaranya cabe rawit semula Rp 10.000/Kg, naik menjadi Rp 12.000/Kg. Cabe hijau kecil dari Rp 6.000/kg, naik Rp 10.000/Kg. Cabe lompong dari Rp 10.000/Kg, naik Rp 13.000/Kg.
Kemudian bawang merah dari Rp 6000/Kg, naik Rp 14.000/Kg, kentang Rp7.500/Kg,naik  Rp 9.000/Kg, bunga kol dari  Rp8.000/Kg naik Rp10.000, dan selada dari Rp16.000/Kg, naik menjadi Rp22.000/Kg.
“Untuk lainnya masih stabil seperti bawang putih limabelas ribu rupiah perkilo,tomat tiga ribu rupiah perkilo,telur limabelas ribu rupiah perkilo,dan minyak goreng sembilan ribu rupiah perkilo,†kata Salah satu pedagang di Pasar Kota Bojonegoro, Hj Sukarti.
Menurut dia, kenaikan harga dinilai lumrah karena menjelang hari besar Natal. Meskipun mahal masih banyak masyarakat yang berbelanja ditempatnya. Sehingga tidak mempengaruhi pendapatannya sebagai pedagang.
“Alhamdulilah tidak sampai rugi Mbak dengan naiknya harga, karena sudah biasa,†imbuh wanita berusia 45 tahun ini.
Sementara itu, kenaikan harga juga terjadi pada daging ayam potong yaitu Rp25.000/Kg dari awalnya Rp 20.000/Kg, sedangkan daging sapi masih stabil yaitu Rp 80.000/Kg. Kenaikan daging itu dikeluhkan pembeli.
“Semua harga naik, bahkan daging sapi yang dikatakan stabil buat saya ya naik. Kan sebelum Idul Adha masih enampuluh ribu perkilonya,terpaksa kalau tidak punya hajat makan enak satu minggu sekali,â€keluh salah satu pengunjung, Resa.
Dikonfirmasi terpisah, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Bojonegoro,Bambang Suharno menyampaikan, pihaknya akan segera melakukan pengecekan harga di seluruh pasar tradisional.
“ Kalau ada kenaikan yang signifikan kami akan melakukan operasi pasar untuk menstabilkan harga,†imbuhnya melalui pesan pendek.(rin)