Pantura Sempat Macet Setengah Hari

macet pantura

SuaraBanyuurip.com EdyPurnomo

Tuban – Akibat masalah sepele, Satua Lalu-lintas (Satlantas) Polres Tuban harus mengeluarkan tenaga ekstra untuk mengurai kepadatan lalu lintas di sepanjang jalur Pantura di wilayah Tuban, Jawa Timur, Selasa (18/12/2012). Kemcetan itu disebebkan dua truck mogok di Jalan Tuban-Semarang, tepatnya di Kecamatan Jenu, Tuban pagi hari tadi.

“Ada dua truck yang tadi pagi mogok dijalan, meski sudah dievakuasi tapi jalan masih padat karena terlanjur menumpuk,” ujar salah satu petugas lantas di perempatan Jalan Pramuka Tuban.

Pantauan di sepanjang jalur Pantura, petugas berada ditiap titik perempatan dalam kota yang menjadi lajur Pantura. Mereka terpaksa menghentikan lajur kendaraan dari beberapa arahuntuk memberi ruang kendaraan besar agar bisa segera melewati Pantura kota.

Diperkirakan, kepadatan kendaraan di Panturasempat mencapai 10 kilometer dari arah Surabaya hingga perbatasan masuk wilayah kota Tuban. Kondisi itu cukup membuat jalur Pantura padat penuh.

Sedang untuk kendaraan dari arah Pantura juga mengalami hal yang sama. Penumpukan dan kepadatan kendaraan mencapai hampir 5 kilometer sebelum masuk wilayah kota.

Baca Juga :   Menara Masjid Agung Darussalam Bojonegoro Terbakar, Dua Motor Warga Rusak

Kepadatan ini, selain dipicu karena mogoknya dua truck ditengah jalur pantura, juga karena ulah dari para sopir yang kurang sabaran dan saling menyalip saat kemacetan baru sedikit terurai. Sehingga aksi mereka  menimbulkan masalah baru, yaitu kesemrawutan dijalan raya karena saling ingin mendahului.

“Kemacetan terjadi hampir setengah hari. Tapi sejumlah anggota sudah berhasil mengatur lalu lalintas dan sekarang kembali lancar,” ujar Kanit Tur Rajawali Satlantas Polres Tuban Iptu Musa Bahtiar usai mengurai kemacetan.

Untuk diketahui, dua truck besar dikabarkan mengalami gangguan saat melintas di Jalur Pantura tepatnya di Kecamatan Jenu. Meski pukul 10 tadi sudah bisa dievakuasi dan jalan sedikit lancar. Tapi karena kendaraan yang sudah terlanjur menumpuk, membuat lajur pantura hingga saat ini masih padat merayap. (edp)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *