Pekerja Tambang Tewas Tertimbun Batu Phospat

SuaraBanyuurip.comEdy Purnomo

Tuban – Kecelakaan kerja terjadi di Kabupaten Tuban, Jawa Timur. Sukarlik, (37), warga Dusun Sumberagung, Desa Trantang, Kecamatan Kerek tewas mengenaskan dengan badan tertimbun longsoran batu phospat.

Kejadian Senin, (17/12/2012) sore kemarin itu, bermula saat Sukarlik bersama suaminya, Jani, (60), dan adiknya Tinga, (35), menggali batu phospat di area lahan perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Jatirogo, Desa Gemulung, Kecamatan Kerek.

Ditengah melakoni aktifitasnya itu, tiba-tiba hujan lebat mengguyur area tambang. Namun baru saja mereka akan beranjak meninggalkan tempat galian, tiba-tiba batu bercampur tanah yang menyerupai gua akibat galian tersebut longsor dan mengenai tubuh Sukarlik.

“Tiba-tiba tebing gua longsor dan langsung menimbun tubuh Sukarlik,” kata Kapolsek Kerek Elis Suendayani kepada SuaraBanyuurip, Selasa (18/12/2012)..

Karena tak berhasil lari, Sukarlik pun tewas dengan luka dibagian wajah, lengan serta pahanya mengalami patah. Sedang suami dan adiknya saat kejadian tersebut masih bisa menyelamatkan diri. Mereka mengalami luka ringan saat berusaha menolong korban, meski usahanya sia-sia.

Baca Juga :   DPRD Ingatkan Pemkab Bojonegoro Selektif Keluarkan Izin Alih Fungsi Lahan Pertanian

Dari beberapa sumber menyebutkan, penambangan batu phospat dilahan milik perhutani itu dikelola Juwadi, (57), warga Dusun Gunung Triman, Desa Montong Sekar, Kecamatan Montong. Informasi lain, tempat ini merupakan penambangan tanpa dilengkapi surat ijin, atau ilegal. (edp)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *