Nelayan Tuban Deadline MCL HIngga Akhir Desember

nelayan

SuaraBanyuurip.comEdy PUrnomo

Tuban – Nelayan Desa Karang Agung, Kecamatan Palang, Kabupaten Tuban, Jawa Timur memberi batas waktu hingga akhir bulan Desember 2012 kepada Mobile Cepu Ltd (MCL), operator ladang migas Blok Cepu untuk membangun tambat labuh di desa mereka. Jika hingga tahun 2012 ini tidak juga mendapat kejelasan, mereka akan melayangkan protes keras kepada anak perusahaan Exxon  Mobile tersebut.

“Kalau akhir bulan ini tambat labuh tidak segera disetujui, Exxon Mobile akan dapat protes keras dari nelayan,” kata tokoh nelayan desa setempat, Shokib Achmadi, kepada SuaraBanyuurip.com, Rabu (19/12/2012).

Shokib mengatakan, pembangunan tambat labuh diminta nelayan sebagai kompensasi dari desa yang dilewati jalur pipa minyak MCL. Mereka menuntut sebelum proyek Eangineering Procurement  and Contruction (EPC)-2, 3, dan EPC-4 masuk di wilayah dan perairan sekitar mereka, kompensasi harus terlebih dulu diberikan.

Sebenarnya, nelayan telah memberi batas kejelasan tambat labuh ini hingga 18 Desember 2012 kemarin. Tapi karena dari pihak MCl merasa tidak sanggup, maka mereka memberi waktu tenggang hingga akhir bulan Desember ini.

Baca Juga :   Dipecundangi Regulasi DBH Migas

“Minimal akhir tahun inilah, Mas,” ujar pria yang juga perangkat Desa Karang Agung ini.

Selain Desa Karang Agung, pembangunan tambat labuh ini juga diharapkan ada di dua desa nelayan lainnya. Yaitu Desa Leran Kulon, dan Desa Glodog, Kecamatan Palang. Jadi setidaknya nelayan tiga desa tersebut mengharapkan ada tiga tambat labuh yang terletak di Glodog Barat, Glodog Timur dan Karang Agung.

Saat ini, dari tiga permintaan tambat labuh tersebut baru ada satu yang sudah dibangun oleh MCL, yaitu tambat labuh yang berada di Glodog barat. Sedianya tambat labuh di Glodog barat ini diperuntukkan untuk nelayan yang ada di Desa Palang, dan Desa Glodog barat.

Sedangkan dua tambat labuh lain, yaitu Glodog timur apabila sudah dibangun akan dimanfaatkan nelayan Desa Glodog bagian timur, dan Desa Leran Kulon. Tambat labuh yang ada di Desa Karang Agung akan dimanfaatkan oleh nelayan desa setempat.

Diketahui, tiga desa nelayan (Desa Karang Agung, Desa Leran Kulon dan Desa Glodog), Kecamatan Palang akan menjadi lintasan pipa minyak MCL yang saat ini dalam proses pengerjaan (EPC-2 di wilayah Tuban). Tiga desa nelayan ini juga yang terancam akan terganggu aktivitas menangkap ikan karena proyek pemasangan pipa 23 kilometer di dasar laut (EPC-3), dan pembuatan menara tambat untuk pemberhentian kapal tanker raksasa pengangkut minyak mentah (EPC-4). (edp)

Baca Juga :   Survei 2D Vibroseis, Batuan Vulkanik Bojonegoro Diketahui Masuk Formasi Paciran

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *