SuaraBanyuurip.com – Ririn W
Bojonegoro- Warga desa sekitar lokasi proyek pembangunan pabrik pengolah gas flare sumur Sukowati, Blok Tuban menuntut agar BUMD Pemkab Bojonegoro, PT Bojonegoro Bangun Sarana (BBS) transparan dalam mengelola proyek tersebut. Baik itu di bidang rekrutmen tenaga kerja, maupun peluang kerja yang bisa diambil warga dalam pabrik yang akan beroperasi pada Februari 2013 mendatang.
Hal itu terungkap saat pertemuan warga dengan PT BBS dan instansi terkait di jajaran Pemkab Bojonegoro, di ruang Angling Dharma Pemkab Bojonegoro, Rabu (19/12/2012). Diantaranya, dari perwakilan warga dari Desa Campurejo.
Anggota Badan Pemberdayaan Desa (BPD) Campurejo, Edi Sampurno, menyatakan, jika nantinya PT BBS melakukan pekerjaan harus transparan dalam segala hal. Baik masalah peluang usaha, maupun lowongan pekerjaan.
“Kita harus menginventarisir permasalahan yang ada di masyarakat. Ada yang belum tahu  dengan adanya kegiatan pabrik gas flare ini, sehingga kita meminta kepada PT BBS agar tidak hanya sosialisasi tapi juga koordinasi di seluruh lapisan masyarakat,†tegasnya.
Dia menyatakan, jauh hari sebelumnya sudah dilakukan pertemuan dan sedikit banyak memahami apa yang sedang dikerjakan meskipun tidak secara teknis. Akan tetapi, sebaiknya melakukan koordinasi bagaimana pembagian tenaga kerja lokal dan kemitraan antara PT BBS dengan BUMDes setempat.
“Jangan hanya sekedar bicara, kami minta PT BBS koordinasi terkait tenaga kerja dan peluang lainnya,†imbuhnya.
Sementara Kepala Desa Campurejo, Budi Utomo, meminta kepada PT BBS agar pembagian tenaga kerja nantinya dilakukan secara adil dan merata. Berdasarkan pengalaman yang telah lalu tidak meratanya jatah pekerjaan untuk lokal di ring 1 lapangan Sukowati mengakibatkan konflik sosial.
“Saya sudah bosan disalahkan terus oleh warga, begini salah begitu juga salah, ujung-ujungnya demo. Sebaiknya PT BBS sendiri yang turun ke desa untuk melakukan pembagian tenaga kerja karena wilayah Campurejo ini luas, ada Dusun Plosolanang dan Dusun Mlaten termasuk RT (Rukun Tetangga ) tiap-tiap dusun tersebut,†katanya bersemangat.
Dirinya tidak ingin ada selisih faham antara warga satu dengan lainnya. Maka dari itu dukungan penuh dari PT BBS sangat diharapkan, agar situasi nantinya bisa aman dan kondusif tanpa ada permasalahan sperti sebelumnya.
“Sekali lagi kami minta agar nanti PT BBS transparan dalam segala hal, jangan ada selintutan antara satu dengan yang lainnya,†sergahnya.
Terpisah, Direktur Utama PT BBS, Deddy Affidick, mengungkapkan, pihaknya akan melakukan apa yang diminta oleh warga yaitu sikap yang transparan baik tentang tenaga kerja maupun peluang usaha. Akan tetapi, bersama dengan Dinas Tenaga Kerja Transmigrasi dan Sosial sekaligus Tim Optimalisasi Kandungan Lokal akan bersama-sama melakukan pendataan agar dalam pembagian pekerjaan bisa merata.
“Tapi apakah mungkin dengan jumlah ribuan orang kita pekerjakan semua? Yang terpenting hari ini kita dapat input bahwa Desa Campurejo yang relatif besar harus dengan bijaksana mengakomodasi berbagai keinginan dan kepentingan,†tegasnya. (rien)