Pedagang Terompet Laris Manis di Lamongan

trompet

SuaraBanyuurip.comTotok Martono

Lamongan – Menjelang perayaan tahun baru 2013 banyak bermunculan pedagang terompet musiman. Dari usaha ini pedagang dadakan mampu meraup rejeki  hingga ratusan ribu rupiah.

Tahun baru telah identik dengan terompet. Disaat menunggu detik-detik pergantian tahun orang-orang berkumpul di pusat keramaian. Piranti wajib yang tak bisa ditinggalkan adalah terompet. Untuk lebih memeriahkan suasana mereka saling beradu membunyikan terompet.

Terompet membawa rejeki tersendiri bagi para perajin, dan penjualnya. Seminggu sebelum lebaran banyak ditemui pedagang terompet. Baik yang berjualan menetap atau berkeliling kampung.

Adi (29), pedagang asal Desa Sumberaji, Kecamatan Sukodadi, Lamongan  telah seminggu mengadu keberuntungan di alun-alun Lamongan. Beraneka jenis terompet dipajang di lapaknya.

“Jenisnya bervariasi, Mas, agar pembeli bisa mendapatkan banyak pilihan,“ kata Adi kepada SuaraBanyuurip.com, Selasa (25/12/2012). Setiap tahun, tambah dia, perajin terompet selalu menciptakan model baru agar pembeli tidak jenuh.

Selain terompet konvensional berbentuk kerucut, di temat dagangan Adi juga terdapat terompet berbentuk naga, saksofon, dan lainnya dengan beraneka ukuran. Harganya beragam.

Baca Juga :   PLN Blora Gratiskan Tempat Ibadah Naikkan Daya Listrik

“Harganya kisaran Rp5 ribu hingga Rp40 ribu, Mas,“ cetus Adi.

Terompet yang dijual merupakan buatannya sendiri sehingga dirinya mengaku bisa mendapatkan keuntungan hingga 50 persen. Bahan yang dibutuhkan hanya kertas warna, kertas karton, pipa paralon. Sedang untuk naga-nagaan dia membeli dari Pasar Turi, Surabaya.

Selama seminggu berjualan rata-rata Adi bisa menjual 50 terompet. Siang ini bertepatan dengan hari natal, Adi telah menjual 60 an terompet.

“Biasanya H-I dan H +1 tahun baru bisa menjual hingga ratusan terompet,“ terang lelaki yang di luar berjualan terompet bekerja tukang ojek ini.

Hari-hari biasa sekarang ini Adi bisa mengantongi keuntungan Rp80 ribu – Rp120 ribu perhari. Namun saat tahun baru pendapatannya bisa Rp150 ribu hingga Rp250 ribu perhari.  (tok)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *