Saat Natal, 2 Kecamatan di Tuban Direndam Banjir

banjir tuban

SuaraBanyuurip.comEdy Purnomo

Tuban – Tepat disaat perayaan Natal dilakukan  warga Kristiani, Selasa (25/12/2012), sekitar 60 hektar lahan pertanian di Kecamatan Merakurak, dan Kecamatan Montong, Kabupaten Tuban, Jawa Timur terendam banjir.

Diperkirakan amuk air terjadi setelah sungai avur (drainase irigasi) di wilayah setempat, tak mampu menampung air karena curah hujan yang sangat tinggi. Akibatnya airpun meluber kemana-mana hingga menenggelamkan perwasahan warga.

Di Kecamatan Merakurak, terendamnya lahan pertanian terjadi dibeberapa desa seperti Desa Kapu, dan Desa Gemulung. Sedang di Kecamatan Montong, terendamnya lahan pertanian terjadi di kawasan Desa Pucangan, dan beberapa desa tetangganya seperti Desa Montong sekar.

Akibat banjir, puluhan hektar bibit padi yang baru mereka tanam selama tiga minggu terancam busuk. Apabila dalam waktu satu minggu ke depan air masih membanjiri lahan pertanian mereka.

“Kalau satu minggu kena banjir begini, wineh (bibit) padi bisa membusuk karena kebanyakan air,” ujar Kartimo (49), petani asal Desa Kapu, Kecamatan Merakurak, saat ditemui di lokasi bencana.

Baca Juga :   Pileg, Pembeli SPBU Turun 10%

Menurut warga setempat, penyebab banjir yang acap terjadi disaat hujan deras diperkirakan karena sudah tidak berfungsinya drainase pertanian yang dulu ada. Kondisinya sudah terlalu dangkal sehingga menghambat perjalanan air, sebelum masuk ke sungai-sungai besar yang membawanya ke laut.

“Kalau dulu, disini ada selokannya. Tapi sekarang sudah banyak didirikan rumah sehingga air berhenti dan meluap,” kenang Kartimo sambil menunjukkan beberapa titik drainase di wilayah tersebut.

Diketahui, sejumlah saluran air yang ada di Kabupaten Tuban sudah tidak berfungsi secara layak. Seperti drainase yang dulu ada di sepanjang jalan akses Kota Tuban menuju Kecamatan Merakurak, dan beberapa drainase di tempat lain sekarang nyaris sudah rata dengan tanah.

Drainase di Dusun Widengan, Desa Gedongombo, Kecamatan Semanding juga mengalami hal yang sama, dengan dibangunnya beberapa bagian depan rumah di atas saluran drainase tersebut. Termasuk beberapa drainase di tempat lain sudah mulai dangkal, dan tidak bisa berfungsi semestinya. (edp)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Baca Juga :   Jalur Rel Ganda Dilakukan Perawatan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *