Drainase Dangkal Penyebab Banjir Perkemahan Panyuran

genangan air bumi kemah

SuaraBanyuurip.comTotok Martono

Tuban –Banjir yang menggenangi bumi perkemahan Panyuran, Kabupaten Tuban, Jawa Timur diduga karena sempit dan dangkalnya saluran irigasi (drainase) yang berada di sepanjang Jalan Nasional di wilayah setempat. Akibatnya, hingga hari kedua kegiatan kemah air masih menggenangi 32 tenda sekolah Madrasah Ibtida’iyah (MI) se Kecamatan Babat.

Karena genangan air itu pelaksanaan kemah yang dilaksanakan kelompok kerja kepala sekolah (K3M) Kecamatan Babat tidak dapat berjalan maksimal. Sebab baik panitia maupun peserta kemah tidak bisa bebas  beraktifitas. Bahkan orang tua dan keluarga yang mengunjungi putra-putrinya mengeluhkan lokasi perkemahan yang masih terendam banjir, Rabu (26/12/2012).

“Katanya Tuban itu lebih maju dari Lamongan, lha kok bisa kebanjiran begini,” kata Husnah, salah satu wali murid dari Desa Bulumargi, Kecamatan Babat.

Husnah mengaku khawatir dengan kondisi genangan air tersebut. Sebab anaknya yang mengikuti kemah baru pulang, Kamis (27/12/2012) besok. Apalagi, siang tadi angin kencang dan awan hitam tebal memayungi lokasi perkemahan.

“Kalau hujan kembali turun lagi sangat mungkinkan sini banjir lagi. Sampean bisa lihat sendiri genangan airnya masih kayak gini,” tutur Husnah dengan mimik cemas.

Baca Juga :   Ratusan Santri Gelar Pawai Ta'arub

Sementara itu, Camat Palang, Sugeng Winoto, mengungkapkan, banjir yang selalu melanda bumi perkemahan Panyuran itu dikarenakan sempit dan dangkalnya drainase di sepanjang jalan nasional sehingga saat hujan air meluber ke lokasi perkemahan.

 “Saya sudah mengusulkan ke pihak Bina Marga untuk segera melakukan perbaikan drainase. Namun kok belum ada penanganan,” kata Winoto yang meninjau lokasi bumi Perkemahan setelah mendapat kabar Bumi Perkemahan diterjang banjir.

Dia juga mensayangkan, jika bumi perkemahan yang sudah cukup pupoler dimasyarakat itu tidak mendapat sentuhan pembangunan dari pemerintah kabupaten (Pemkab) Tuban. Karena dengan dijadikannya lokasi perkemahan mampu menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat dengan membuka warung makan maupun berjualan lainnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, 32 tenda sekolah MI se Kecamatan Babat yang melaksanakan kemah di Bumi Perkemahan Panyuran, Selasa (25/12/2012) kemarin diterjang banjir akibat hujan lebat yang mengguyur wilayah tersebut.( tok)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *