SuaraBanyuurip.com – Ririn W
Bojonegoro- Terhitung hingga akhir bulan November 2012 ini Perhutani KPH Bojonegoro mengaku kehilangan pohon kayu jenis jati di berbagai BKPH di wilayahnya mencapai 2.000 pohon. Hal itu terjadi karena ulah nakal penebang gelap yang mengkibatkan kerugian negara Rp1,3 miliar.
Humas Perhutani KPH Bojonegoro, Markom, mengatakan, Perhutani KPH Bojonegoro akan terus melakukan penghijaun di lahan yang masih kosong, atau penanaman hutan kembali agar mengembalikan kelestarian alam.
“Sebanyak dua juta bibit jati akan ditanam pada akhir tahun ini hutan di wilayah selatan,†tandasnya.
Dia tambahkan, pihaknya akan memberikan bibit Jati sebanyak 25 pohon kepada tiap personil yang berada di KPH Temayang hingga target 2 juta pohon bisa terpenuhi hingga akhir tahun ini.
“Selama ini di wilayah hutan bagian selatan sering terjadi banjir bandang karena sudah gundul akibat penebangan liar,†tandasnya. (rien)