JOB P-PEJ Pertimbangkan Pengembangan ke Wilayah Kota

SuaraBanyuurip.comAthok Moch Nur Rozaqy

Bojonegoro – Operator minyak dan gas bumi (migas) Lapangan Sukowati, Blok Tuban, Joint Operating Body Pertamina Petrochina East java (JOB P-PEJ) akan mempertimbangkan kembali rencana pengembangan wilayah kerja pertambangan (WKP) di daerah Kabupaten Bojonegoro,  Jawa Timur. Sebab sesuai penemuan baru dari hasil kajian yang dilakukan pihak JOB P-PEJ, para engineers, dan tim dari Institut Teknologi Bandung (ITB) beberapa sumur baru itu diragukan kandungannya.

Field Admin Superintendant (FAS) JOB P-PEJ, Hananto Aji kepada SuaraBanyuurip, mengungkapkan, sesuai Studi Geologi Geofisika dan Reservoar (GGR) beberapa opsi alternatif lokasi pengembangan Lapangan Sukowati seperti di Alun-alun dan Desa Banjarsari, Kecamatan Trucuk, Bojonegoro yang sebelumnya diperkirakan memiliki kandungan cukup besar,  saat ini diragukan dan menjadi bahan kajian lebih dalam lagi.

“Merujuk dari hasil studi itu, analisa kami jadi berubah,” ujar Hananto, Jum’at (28/12/2012).

Studi tersebut dilakukan karena beberapa waktu terakhir ini jumlah produksi sumur sukowati mengalami penurunan hingga 1500 barel per hari (bph). Dari jumlah produksi yang dulunya stabil antara 36.000 bph menjadi 34.500 bph sumur Pad A dan B, Lapangan Sukowati.

Baca Juga :   Sukowati Field Beri Kontribusi Terbesar

“Khususnya yang disumur nomor 17 Pad A yang kemarin terlihat menurun. Kemudian kami lakukan studi ke Banjarsari dan Alun-alun kok kelihatannya jumlah kandungannya juga kecil,” ungkapnya menerangkan. 

Meski demikian, hasil temuan studi GGR itu masih belum dipastikan dan diperlukan pendalaman lagi untuk menentukan perlu atau tidaknya menambah well pad lagi yang akan diputuskan selambat-lambatnya pada bulan April 2013 tahun depan.

“Kita ingin tahu dulu ekonomis atau tidak bila kita jadi mengembangkan ke arah barat,” ucap dia.

Sementara itu, mengenai penundaan dan belum disahkannya Rencana Detail Tata Ruang Kota atau Kecamatan (RDTRK), pihaknya tidak mempersalahkannya. Namun, Hananto mengaku tetap akan menunggunya hingga selesai.

Untuk diketahui, beberapa waktu lalu sempat tersiar kabar bahwa dibawah Alun-alun dan Masjid Agung Darusalam terdapat kandungan migas cuku besar. Bahkan kala itu pemerintah daerah Bojonegoro sempat mewacanakan dua alternatif untuk pemboran di wilayah tersebut. Yakni memindah Masjid dan Alun-alun serta melakukan pemboran miring.(roz)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Baca Juga :   RJJ Kurangi Jam Kerja Proyek GPF JTB di Bulan Puasa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *