SuaraBanyuurip.com – Totok Martono
Lamongan – Gara-gara nekad nyelonong di jalur kereta api, seorang mahasiswa Universitas Darul Ulum (UNISDA) bernama Dwi Purnomo,(19), tewas tertabarak kereta api Cepu Expres jurusan Surabaya – Cepu  diperlintasan KA Unisda, Sukodadi, Kabupaten  Lamongan, Jawa Timur, Sabtu (29/12/2012).
Informasi yang dihimpun SuaraBanyuurip menyebutkan, peristiwa tragis itu bermula ketika Dwi Purnomo yang mengendarai sepeda motor bernopol S 2907 LB melaju dari arah selatan. Korban terlihat tergesa hendak menuju kampus Unisda.
Karena itu, sesampainya di tempat kejadian perkara (TKP), korban langsung saja menyeberang perlintasan tanpa memperhatikan kerata api Cepu Express jurusan Surabaya –Cepu yang datang dari arah Timur. Karena jarak sudah dekat kereta itu menghantam pemuda asal desa Kedungrejo, Kecamatan Modo, Kabupaten Lamongan bersama motornya hingga terserat sejauh 15 meter dari perlintasan.
Korban pun langsung meninggal di TKP dengan luka parah didada dan kepala. Jenasah korban kemudian dievakuasi ke kamar mayat RS Muhammadiyah Lamongan.
Menurut Sukur, penjaga perlintasan, dirinya sudah memperingatkan korban jika dari arah timur ada kereta. Namun peringatan itu tidak digubris dan korban tetap nyerobot perlintasan kerata api.
“Ndak tahu kenapa sudah diingatkan kok tetap nekad nyebrang rel kereta, “ sesal Syukur.
Untuk dikathui, perlintasan kerata api dipertigaan Unisda ini tidak berpalang pintu meskipun jalurnya padat. Sebab selain banyak dilewati mahasiswa, jalur tersebut merupakan jalan poros utama yang menghubungkan Kecamatan Sokodadi – Sugio -Â Kedungpring. Dikabupaten Lamongan sendiri ada puluhan perlintasan kereta api yang tidak berpalang pintu. (tok)