SuaraBanyuurip.com – Edy Purnomo
Tuban – Proyek pembangunan Pendapa Krida Manunggal, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, meminta korban jiwa. Adalah, Rasmadi (45), salah satu pekerja tewas setelah terjatuh ketika bekerja memasang kerangka atap di ketinggian 5 meter.
Tewasnya kuli bangunan dari Desa Tegalbang, Kecamatan Palang, Kabupaten Tuban, Jawa Timur ini, diduga kuat karena selama bekerja tak menggunakan piranti savety (pengamanan). Baik itu berupa helm pengaman maupun temali untuk mengantisipasi jika terjadi kecelakaan kerja.
Tragedi berdarah tersebut saat ini sedang diselidiki jajaran Reskrim Polres Tuban. Pihak Polres segera memanggil pimpinan proyek, maupun aparat pemkab yang terkait dengan proyek yang didanai APBD Tuban 2012 tersebut.
“Saat ini petugas sedang melakukan penyelidikan terkait meninggalnya seorang pekerja di proyek Pendapa Tuban tersebut,â€Â kata Kasat Reskrim Polres Tuban, AKP Arief Kristanto, saat dikonfirmasi wartawan, Sabtu (29/12/2012).
Informasi yang dihimpun dari berbagai sumber menyebutkan, tragedi maut tersebut bermula ketika pada hari, Minggu (23/12/2012), Rasmadi dan kawan-kawannya bekerja di bagian kerangka atap. Kala itu tiba-tiba dia terpeleset, kemudian tubuhnya melayang dan terjatuh di lantai dari ketinggian 5 meter.
Mengetahui rekannya jatuh, para pekerja langsung memberikan pertolongan. Mereka langsung melarikan Rasmadi ke rumah sakit. Akan tetapi meski sempat dirawat intensif jiwanya tak tertolong.
Pendapa tersebut baru dibangun kembali pada tahun 2012, setelah dibakar massa paska Pemilu Kada Tuban tahun 2006 yang dimemangi pasangan Cabup-Cawabup, Haeny Relawati-Lilik Suharjono. Kasus kerusuhan yang meluhlantakkan sejumlah bangunan milik Pemkab Tuban, dan keluarga (alm) H Ali Hasan, suami Haeny Relawati tersebut sempat menyeret sejuml;ah tokoh politik di Tuban ke penjara. Kini pendapa dibangun di masa pemerintahan Bupati Fathul Huda. (edp)