Lahan Pertanian Rusak di Tuban Capai 2.210 Hektar

lahan rusak

SuaraBanyuurip.comEdy Purnomo

Tuban – Badan Lingkungan Hidup (BLH), Kabupaten Tuban, Jawa Timur mencatat kerusakan lahan pertanian  di wilayah Tuban mencapai 2.210 hektar (Ha) hingga akhir tahun 2012 ini. Keruskan itu disebabkan sistim pengolahan tanah yang tidak tepat.

Sesuai data di BLH, rata-rata kerusakan lahan pertanian tersebut terjadi di daerah dataran tinggi yang tersebar di 23 desa di 5 kecamatan di Tuban. Diantaranya, Kecamatan Grabagan, Soko, Rengel, Plumpang, dan Kecamatan Parengan. 

Dari 5 kecamatan tersebut, terbanyak kerusakan terjadi di 3 desa yang ada di Kecamatan Grabagan, masing-masing Desa  Pakis dengan luas kerusakan 302,67 hektar, Desa Menyunyur dengan luas kerusakan 204,66 hektar dan Desa Dermawuharjo dengan luas kerusakkan mencapai 198,20 hektar.

Menurut Kepala Bidang Pengawasan dan Pengendalian Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Tuban, Bismo Setyo Aji, seharusnya kerusakan lahan pertanian didataran tinggi tersebut dapat dihindari jika petani menggunakan cara terasering (sistem tanah bertingkat) untuk mengurangi resiko kerusakan solum (ketebalan tanah) akibat tergerus air banjir.

Baca Juga :   Tingkatkan Produktivitas Pertanian, Pemkab Bojonegoro Tuntaskan Pembangunan 9 Embung

“Selama ini, banyak petani yang sudah tidak memakai metode terasiring di lahan pertaniannya,” ujar Bismo.

Bismo juga mengungkapkan, kerusakan lahan pertanian terjadi karena pemakaian pupuk kimia yang tidak berimbang oleh petani sehingga membuat struktur tanah bertambah mengeras dan padat. Akibatnya, membuat daya serap dan daya peluruh tanah terhadap air semakin berkurang.

Untu mengembalikan itu, saran Bismo, petani harus melakukan sistem terasiring, serta mulai mengurangi penggunaan pupuk kimia.

“Petani harus melakukan terasiring untuk wilayah perbukitan dan pupuk yang digunakan menggunakan pupuk kandang,” tambah Bismo.(edp)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *