SuaraBanyuurip.com – Edy Purnomo
Tuban – Sakir (42), petani asal Desa Maibit, Kecamatan Rengel, Kabupaten Tuban, Jawa Timur tewas tersambar petir, Minggu (30/12/2012). Akibat hantaman petir itu korban menderita luka bakar dibagian telinga dan kepala belakang.
Informasi yang didapat, peristiwa itu bermula ketika Sakir membersihkan rumput disawahnya yang terletak di Desa Pakuwon, Kecamatan Rengel. Pada saat itu mendung disertai hujan mulai mengguyur wilayah tersebut. Namun karena merasa tanggung, korban tetap menuntaskan pekerjaannya yang tinggal sedikit.
“Saat hujan mulai turun, petani lain sudah mulai minggir dari sawah. Tapi Sakir tidak,” jelas Solikin (40), warga setempat yang Minggu kemarin melihat korban disawahnya.
Solikin menceritakan, sore itu hujan tak begitu deras. Namun dia bersama beberapa rekannya mendengar petir terus menyambar. Karena khawatir, saat hujan reda, dia dan beberapa kawannya mencoba mencari Solikin. Namun ketika ditemukan tubuh Solikin sudah tergeletak tak bernyawa diantara tanaman padinya.
“Kami mendapati ada semacam luka bakar, lantas kami lapor kepolisi,” tambahnya.
Petugas yang datang langsung melakukan identifikasi ditempat kejadian. Hasilnya, Solikin dipastikan tewas karena sambaran petir. Selain luka bakar, juga karena tidak ditemukannya tanda-tanda penganiayaan.
“Hasil identifikasi Solikin tewas karena disambat petir,” terang Kasubbag Humas Polres Tuban, AKP Noersento saat dikonfirmasi, Senin (31/12/2012). (edp)