PT MMP Rumahkan Ratusan Security

SuaraBanyuurip.comRirin W

Bojonegoro- PT Multi  Metro Powerindo (MMP) penyedia tenaga security (Satpam) memberhentikan ratusan karyawannya. Kebijakan ini diambil perusahaan yang berdiri di Bojonegoro untuk ambil bagian di proyek migas, karena tak kuat membayar gaji para tenaga keamanan tersebut.

Tragedi yang menimpa PT MPP bermula karena tak mendapat dukungan dari BP Migas, sebelum lembaga ini dibubarkan, maupun dari operator ladang migas Blok Cepu, Mobil Cepu Ltd berikut para kontraktornya. Sekalipun pihak Pemkab Bojonegoro telah habis-habisan mendukung karena perusahaan ini merekrut pemuda dari desa sekitar proyek migas.   

Direktur Utama PT MMP, Budi Indianto, mengatakan, sekarang ini pihaknya sedang melakukan rapat luar biasa untuk membahas pemberhentian sementara ratusan security. Termasuk juga membahas bagaimana dampak negatifnya jika memang harus berlanjut pada pemutusan kontrak kerja.

“Meskipun mereka kami pulangkan, namun kontrak kerja masih berjalan. Artinya, jika ada kerjasama dengan operator migas, dan kontraktornya akan tetap melibatkan mereka,” pungkasnya.

Dia jelaskan, pemberhentian ini belum diketahui sampai kapan, dan tidak berani menjamin akan merekrut mereka kembali karena tidak ada dukungan secara penuh dari BP Migas sebelum dibubarkan. Seharusnya,apa yang dilakukan PT MMP mendapatkan perhatian baik dari BP Migas ataupun Pemerintah Pusat karena secara tidak langsung PT MMP memfasilitasi tenaga lokal, untuk mendapatkan sertifikasi agar lolos uji sebagai tenaga security.

Baca Juga :   24 Tahun Berjaya, IDFoS Indonesia Gelar Kenduri

” Selama ini kami menggratiskan semua biaya pendidikan sampai mendapatkan dua sertifikat yaitu Grada Pratama dan HSE, tapi apa yang kami dapat? Operator Blok Cepu, MCL hingga sekarang tidak sekalipun melibatkan security kami,” ujarnya dengan nada tinggi.

Dia menyatakan, tidak ada titik temu antara PT MMP dengan MCL, ataupun kontraktornya yang sudah mulai beroperasi di Kabupaten Bojonegoro. Hal ini membuat kemampuan finansial PT MMP jatuh, karena harus membiayai pendidikan hingga sertifikasi, dan gaji bulanan security dan karyawan yang berjumlah ratusan tersebut.

” Kami ikhlas membiayai mereka putra daerah. Tapi kalau tidak ada kerjasama dengan MCL atau operator lainnya otomatis perusahaan tidak mampu lagi mengeluarkan dana,” imbuhnya.

Budi hanya berharap, ada kesepakatan antara PT MMP dengan MCL, dan operator lain seperti Pertamina EP serta semua kontraktornya, agar tidak menimbulkan gejolak sosial akibat pemberhentian ini. Meskipun Pemkab telah mendukung penuh, namun ternyata masih belum memperhatikan nasib ratusan pemuda yang sudah siap dilibatkan di proyek migas.

” Saya sekarang masih di Jakarta Mbak, tapi bagaimanapun juga tetap memperjuangkan nasib putra daerah. Terlebih sudah memiliki potensi dan modal untuk ikut bekerja sebagai jasa keamanan,” sergahnya.

Sementara itu, salah satu Security PT MMP, Marsono, pemuda asal Desa Brabowan, Kecamatan Gayam mengaku, terpukul dengan pemberhentian di perusahannya tersebut. Terlebih, sebelumnya tidak ada kabar tentang pembergentian tersebut, sehingga sekarang kalang kabut untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari keluarganya.

Baca Juga :   425 Personel TNI Berlatih Menembak

” Kami diberitahu secara lisan setelah latihan rutin di Alun-alun Bojonegoro tadi siang jam 11.00 WIB, kaget sekali kok tiba-tiba kami dipulangkan,” katanya dengan nada sedikit emosi.

Pemuda 29 tahun ini menyatakan, jika pemberitahuan ini dilakukan oleh Management PT MMP dihadapan sekitar 420 security secara lisan. Bahkan, jika ingin mengambil sertifikat yang didapat dari pendidikan yaitu Garda Pratama dan HSE harus menebus sebesar Rp3.000.000.

” Uang darimana, sebelumnya kok tidak ada perjanjian seperti itu? Kami inginnya ya dikasih kesempatan untuk mendapatkan pekerjaan lain, jangan langsung diberhentikan begini,” imbuhnya.

Dirinya berharap, agar PT MMP menyerahkan sertifikat tersebut secara cuma-cuma karena menyangkut nasib orang banyak. Karena, bagaimanapun juga mereka ikut bergabung di PT MMP ini agar bisa bekerja di proyek migas. Terlebih, selama ini PT MMP terkesan memberikan harapan besar kepada ratusan pemuda untuk bisa bekerja.

“Kalau sekarang menganggur bagaimana nasib saya dan keluarga? Kalau pemberitahuannya jauh-jauh hari kami masih bisa mencari yang lain, kita tunggu saja perkembangannya,” ujarnya. (rien)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *